Dialog Kedjajaan Bangsa "Memilih Pemimpin untuk Kejayaan Unand": Pemimpin yang Dinanti, Pemimpin yang Menginspirasi

Metro- 01-09-2023 21:13
Dialog Kedjajaan Bangsa
Dialog Kedjajaan Bangsa "Memilih Pemimpin untuk Kejayaan Unand" yang digelar Unand di Convention Hall Unand, Jumat (1/9). (Foto : Fajril)

.

"Orang yang mempunyai visi yang baik tanpa strategi yang baik percuma. Orang mempunyai visi dan strategi yang baik tanpa eksekusi yang baik percuma," ungkapnya.

Ketika berbicara strategi dan eksekusi butuh kecerdasan, kedisiplinan, kerja keras, dan optimisme.

"Keterkaitan antara visi, strategi dan eksekusi merupakan keberhasilan organisasi," ucapnya.

Selain hal tersebut, atribut lainnya adalah inspiring. Kepemimpinan masa depan itu bagaimana bisa memberdayakan sumber daya manusia dan menginspirasi. Arti inspirasi ini menggerakkan orang lain untuk berpikir dan bertindak.

"Orang-orang yang memiliki kemampuan menginspirasi berarti agar orang-orang memiliki mindset yang baik. Orang yang memiliki growth mindset adalah yakin akan kita bisa berubah. Jadi seorang pemimpin berfungsi menginspirasi agar orang-orang yang kita pimpin bisa memiliki growth mindset," tekannya.

Kemudian, kemampuan beradaptasi dan mengeksekusi dengan cepat. Pemimpin yang dibutuhkan hari ini adalah kecepatan. Kelima, pemimpin yang bisa membangun kepercayaan dan kredibilitas.

"Terakhir future practice. Selama ini kita fokus padabased practicemaka kita akan menjadifollowers. Jika kita berpikir pada future practice kita akan menjadi leader," tegasnya.

Sementara Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH memaparkan dialog ini merupakan rangkaian dari proses Pemilihan Rektor Unand 2023-2028.

Ini bagian upaya menghimpun masukan-masukan apa yang mesti dilakukan dan bagaimana Unand ke depan. "Diharapkan Unand lebih maju ke depannya," ucapnya.

Ia mengatakan kondisi saat ini, Unand sebagai PTNBH yang fokus pada riset telah mampu mengukir prestasi. Unand meraih peringkat 1 untuk universitas riset di dalam IKU V. Yakni hasil karya yang bermanfaat untuk masyarakat untuk sesama Liga PTNBH.

"Tentu ini atas kontribusi dosen termasuk lima guru besar ini," tutur Guru Besar Fakultas Hukum ini.

Ia menyadari sebagai PTNBH dalam hal akademik, non akademik dan tata kelola UTK belum optimal dilakukan. "Unand tata kelolanya diubah tapi penyesuaiannya membutuhkan waktu. Tapi kerangka semuanya sudah disiapkan untuk itu," ungkapnya.

Ia menekankan siapa pun rektor terpilih nanti, mengisinya tidak bisa serta merta dan tidak bisa membalikkan telapak tangan. Termasuk juga kondisi saat ini implementasi transformasi dan persiapan merdeka belajarnext

Komentar