Padang, Arunala.com - Kepemimpinan digital menjadi sangat diperlukan di era serba digital saat ini. Seorang pemimpin yang melek IT, bisa melakukan perubahan dan mendorong proses transformasi organisasi agar lebih baik.
"Jadi bukan hanya sekadar expert leader yang tahu digital tapi tidak bisa membawa perubahan. Atau change leader bisa membawa perubahan tapi literasi digital lemah. Atau conservative leader tidak tahu digital dan tidak bisa membawa perubahan," kata Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria SP MSi saat menjadi narasumber secara virtual dalam Dialog Kedjajaan Bangsa "Memilih Pemimpin untuk Kejayaan Unand" di Convention Hall Unand, Jumat (1/9).
Dialog yang dimoderatori Guru Besar FISIP Unand Prof Dr Asrinaldi MSI ini juga menghadirkan narasumber. Yakni Prof dr Fasli Jalal SpGK PhD (Rektor Universitas Yarsi Jakarta), Prof Dr Ir Musliar Kasim MS (Rektor Unand 2005-2011), Prof Dr Werry Darta Taifur SE MA (Rektor Unand 2011-2015).
Kemudian Prof Dr Tafdil Husni SE MBA (Rektor Unand 2015-2019) dan Prof Dr Yuliandri SH MH (Rektor 2019-2023).
Dikemukakan oleh Prof Arif Satria bahwa kepemimpinan digital memiliki empat karakteristik.
Karakteristik pertama adalah keterampilan kognitif yaitu komunikasi. Kedua keterampilan bisnis meliputi operasi bisnis dan proses yang dijalani.
"Dengan memahami keterampilan bisnis, maka dengan mudah dapat mencapai kinerja operasional organisasi yang sangat baik," tuturnya.
Ketiga, keterampilan intrapersonal. Keterampilan intrapersonal yang paling penting adalah kecakapan negosiasi yang dibutuhkan dalam era kolaborasi seperti saat ini.
"Terakhir keterampilan strategis. Visi menjadi komponen terpenting yang wajib ada dalam diri seorang pemimpin digital," tegas Prof Arif.


Komentar