.
Sementara Ketua Komite Nasional Keselamatan Pasien Kemenkes RI, dr Bambang Tutuko SpAN KIC secara luring mengatakan kampanye pada World Patient Safety Day 2023, pelayanan kesehatan aman adalah hak dasar semua pasien, di mana pun dan kapan pun.
Namun, kerugian akibat perawatan yang tidak aman adalah salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Dengan jutaan pasien dirugikan setiap tahunnya.
"Keterlibatan pasien dan keluarga adalah strategi kunci untuk mengembangkan sistem kesehatan yang lebih aman. Perawatan kesehatan yang aman bergantung pada keterlibatan penuh pasien dan keluarga sebagai pengguna sistem perawatan kesehatan," tuturnya.
Ia mengatakan, pasien dan keluarga harus dilibatkan di setiap tingkatan perawatan kesehatan. Mulai dari puskesmas hingga tingkat rujukan, rumah sakit paling tinggi.
"Kemudian tidak seorang pun boleh dirugikan dalam pelayanan kesehatan. Kita harus mengutamakan suara pasien. Kita harus mendengar dan belajar. Dan semua orang mempunyai peran masing-masing," ungkapnya.
Ia menekankan patient centered care telah berevolusi pada patient and family engagement, yang memerlukan peran aktif pasien dalam pengambilan keputusan bersama.
"Informed Consent telah berevolusi menjadi Shared Decision Making, dari yang diputuskan pasien menjadi yang diputuskan bersama pasien," tukasnya. (ril)
Halaman 12


Komentar