Karhutla Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Tebo: Luas Lahan Terbakar Capai 100 Hektare

Metro- 21-09-2023 11:14
Tim Satgas Karhutla memadamkan api yang membakar lahan di Jambi, kemarin. (Dok : Istimewa)
Tim Satgas Karhutla memadamkan api yang membakar lahan di Jambi, kemarin. (Dok : Istimewa)

Jakarta, Arunala.com - Tim Satgas Karhutla berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi yang terjadi sejak (11/9) lalu.

Tim Satgas yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat dan relawan ini memastikan bahwa titik api sudah berhasil dijinakkan per Kamis (21/9) melalui operasi pemadaman.

Operasi pemadaman yang dilakukan tim Satgas Karhutla terbagi dua yakni operasi darat dan udara. Operasi darat memprioritaskan pemadaman dengan menggunakan pompa air yang masih dapat dijangkau dengan moda transportasi darat.

Sedangkan operasi udara mendapat dukungan dari BNPB dengan pengerahan helikopter water bombing berjenis UH-60A yang disiagakan untuk mengantisipasi Karhutla di wilayah Jambi.

Kalaksa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), Nafri Junaidi mengatakan, operasi pemadaman berhasil dan cukup terkendali.

"Alhamdulillah, kami cepat mendapat respon dan mendapat dukungan heli water bombing untuk menjangkau upaya pemadaman yang tidak dapat dilalui oleh Tim Satgas darat," ujar Nafri melalui siaran pers diterima Arunala.com Kamis pagi (21/9).

Adapun target operasi heli water bombing diantaranya pemadaman di Desa Aburan Batang Tebo dan Desa Pemayungan.

Luas wilayah yang terbakar dilaporkan mencapai 100 hektare (Ha). Wilayah ini termasuk dengan kawasan lahan konsesi hingga menjalar ke hutan kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) yang ikut terdampak kebakaran.

Tim Satgas Karhutla juga telah berhasil mengamankan barang bukti yang diduga digunakan oleh oknum yang membakar lahan. Hingga kini, pihak berwenang masih mendalami dan melakukan proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran.

"Posko siaga Karhutla akan tetap beroperasi sebagai langkah antisipatif dan penanganan lanjutan. Upaya pendinginan akan dilakukan guna memastikan titik hotspot terkendali dengan baik," sebut Nafri.

Dia mengimbau, memasuki musim kemarau, seluruh stakeholder, pihak swasta dan masyarakat untuk tidak membakar lahan, apalagi di kawasan hutan. (drz/*)

Komentar