.
"Tujuan semua yang telah kita lakukan ini adalah untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Pariaman. Semoga dengan pengiriman tenaga kerja asal Kota Pariaman ini, para pemuda Pariaman semakin produktif," pungkasnya.
Selain Pendidikan yang menjadi konsen dirinya selama 5 tahun kepeminpinan di Kota Pariaman, Genius telah menggratiskan sekolah dari SD sampai SMA/SMK, sampai program Saga Saja dan saat ini tentang penyaluran tenaga kerja, sehingga tidak ada lagi pengganguran di Kota Pariaman dan Kota Pariaman akan semakin maju kedepanya, tutupnya.
Sementara itu Wakil Ketua Umum Bidang Vokasi dan Sertifikasi, KADIN Indonesia, Adi Mahfud Wuhadi mengatakan menyambut baik kedatangan rombongan dari Pemerintah Kota Pariaman dalam hal MoU dengan KADIN Indonesia terkait pengiriman tenaga kerja.
"Tidak banyak daerah yang mempunyai visi dan program seperti yang dilakukan oleh Pemko Pariaman, untuk itu kami mengapresiasi Langkah pak wali, dalam upaya mengurangi angka penganguran, menciptakan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Dirinya juga menyebutkan KADIN Indonesia telah mengeluarkan platform "Kadin for Naker", yang mampu menjawab tiga pondasi utama yang dibutuhkan oleh tenaga kerja Indonesia, dimana dapat bermanfaat bagi tenaga kerja baru yang masih mencari pekerjaan, tenaga kerja yang membutuhkan peningkatan kemampuan (upskilling), serta tenaga kerja yang hendak mencari keterampilan baru (reskilling).
"Kita juga bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), hal ini penting sebagai pelengkap sehingga selain dapat memberikan kemampuan dan keterampilan baru, tetapi juga sekaligus mendapatkan sertifikasi yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan, dan Kadin for Naker merupakan sebuah terobosan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja secara massal," tutupnya. (cpt/*)


Komentar