Padang, Arunala.com - Anggota DPRD Sumbar, Hidayat, mendorong Dinas Pariwisata Sumbar untuk merekatkan silaturahmi antar etnis di Sumbar. Salah bentuk dalam menciptakan harmonisasi tersebut dengan menggelar festival kuliner multi etnis.
"Di Sumbar sendiri terdapat 11 suku bangsa yang melakukan aktivitas sosial, ekonomi, budaya dan politik. Percampuran keberagaman ini menciptakan kehidupan dan peradaban unik yang saling melengkapi, dan hal itu perlu dijaga agar tetap hidup rukun dan harmonis," ujar Hidayat kepada wartawan, usai membuka festival multi etnis di kawasan GOR Haji Agus Salim Padang, Minggu (29/10).
Iven budaya dan kuliner ini juga dihadiri bersama Kadispar Sumbar, Luhut Budianda dan Kabid Ekonomi Kreatif, Dewi Ria, peserta dan juga masyarakat yang menyaksikan iven tersebut.
Adapun festival kuliner multi etnis yang digelar Dinas Pariwisata ini atas dorongan Anggota DPRD Sumatera Barat, Fraksi Gerindra, Hidayat.
"Saya mengajak Dinas Pariwisata Sumbar bermitra untuk menggelar iven ini sebagai upaya merekatkan suku bangsa yang ada di Sumatera Barat yang selama ini berjalan harmonis," ungkap Hidayat.
Dirinya berharap, iven yang dilaksanakan perdana ini dilaksanakan rutin setiap tahun, karena animo masyarakat sangat tinggi. Iven selanjutnya diadakan lebih besar dan meriah karena memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi bagi pelaku UMKM.
Festival Kuliner Multi Etnis diawali senam pagi massal, dan dihibur pemusik jalanan KPJ Sakato Sumbar, arena festival jajanan khas berbagai etnis dinikmati warga. Gratis. Cukup ambil kupon di booth panitia dengan melihatkan akun medsos @hidayat_ssmh dan @dispar.Sumbar.
Pantauan di lokasi acara, sebanyak 1.600 porsi makanan khas daerah yang ada di Nusantara seperti India, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Jawa dan Minang yang disediakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) multi etnis, terpantau habis dalam waktu satu jam.
Makanan khas daerah sengaja disiapkan bagi warga yang datang ke acara festival kuliner itu mulai dari makanan khas Mandailing Natal yang ditampilkan pada iven pariwisata itu seperti Galamai, Pucuk Ubi tumbuk atau Silalat Duda dan Lontong Medan.
Kemudian ada empek-empek Palembang, Sumatera Selatan, Bubur Ayam Jakarta, Roti Jala Melayu Riau. Makanan khas Minang yang ditampilkan yaitu Soto Padang. (cpt/*)


Komentar