Padang, Arunala.com - Tiga kapal baru Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar resmi beroperasi. Ini ditandai dengan diresmikannya tiga kapal tersebut oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Dr Ir Reti Wafda MTp di Pelabuhan Samudera Bungus, Minggu (12/11).
Ketiga kapal tersebut adalah Kapal Pengawas Sailfish, Speedboat Konservasi Chilonia Mydas dan Speedboat Konservasi Anemon.
"Pengoperasiaan armada perairan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemantauan, pengendalian, serta pengawasan terhadap kapal perikanan di perairan Sumbar. Sehingga tidak terjadi aktivitas penangkapan yang melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.
Ia mengatakan Pemprov Sumbar turut berperan penting dalam melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya kelautan di Pantai Barat Sumatera.
Sebab, posisi geografis Sumbar persis di tengah-tengah Sumatera, dengan potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar. "Sehingga, ada potensi pihak-pihak tertentu melakukan praktik penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan aturan," ucap Gubernur Mahyeldi.
Mahyeldi menyebutkan sebelumnya terdapat beberapa kasus tindakan ilegal penangkapan ikan di perairan laut Sumbar. Seperti pelanggaran terhadap jalur penangkapan ikan, pelanggaraan terkait dokumen kapal yang tidak lengkap, serta penggunaan alat tangkap terlarang dan merusak (destructive fishing).
"Seperti yang baru-baru ini terjadi di Pasaman Barat. Di mana terjadi penggunaan alat tangkap penangkapan trawl, yang diindikasikan dilakukan oleh nelayan dari luar Sumbar," ungkapnya.


Komentar