Padang Arunala.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi mengawal jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terlaksana secara benar serta damai. Bila ada tanda-tanda aksi kecurangan pada Pemilu 2024 nanti segera dilaporkan. "Untuk melaporkan kecurangan Pemilu sekarang ini itu cukup mudah. Yakni merekam video lalu memviralkan ke sosial media. Sehingga pengawas dari pusat dapat langsung memantau adanya kecurangan Pemilu," kata Mahfud MD saat Kuliah Umum Mewujudkan Pemilu 2024 yang Demokratis dan Bermartabat di Auditorium Universitas Andalas, Kamis (16/11).
Mahfud mengajak mahasiswa dan masyarakat ramai-ramai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Februari 2024. Ia tidak ingin pemilih, terutama pemilih cerdas, seperti mahasiswa, apatis dan golput.
Sebab, jika pemilih rasional tak mencoblos, bisa jadi yang menang adalah pemimpin yang track recordnya buruk.
Apalagi pemilih usia muda terbilang cukup besar pada Pemilu 2024 yakni 115,6 juta orang. Artinya satu suara anak muda sangat penting dan dapat menentukan arah nasib bangsa.
"Memang, sulit mencari calon pemimpin yang sempurna. Sebab, tidak ada calon pemimpin yang sempurna di segala bidang. Oleh karena itu jangan golput dengan beralasan muak melihat proses Pemilu ini, karena melihat kondisi politik di tingkat elite," tuturnya.
Mahfud juga mengungkapkan kecurangan pemilu yang kerap terjadi. Ia menceritakan pengalamannya saat menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK), dan harus menangani perkara sengketa hasil pemilu.
Dari berbagai perkara sengketa yang dia tangani saat itu, Mahfud melihat rawannya praktik jual beli suara dalam proses pemungutan suara.


Komentar