Inflasi Sumbar Turun, Leonardy Apresiasi Tim TPID Sumbar

Ekonomi- 20-12-2023 15:41
Anggota Komite IV DPD RI H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH bersama kepala kantor BI perwakilan Sumbar, Endang Kurnia Saputra dan tim TPID Sumbar, Senin (18/12). (Dok : Istimewa)
Anggota Komite IV DPD RI H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH bersama kepala kantor BI perwakilan Sumbar, Endang Kurnia Saputra dan tim TPID Sumbar, Senin (18/12). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), Endang Kurnia Saputra menyebutkan, tingkat Inflasi di Sumbar menunjukkan penurunan yang signifikan.

"Ada penurunan inflasi ini berkat kerjasama tim pengendali inflasi daerah yang diketuai oleh Pak Gubernur, inflasi daerah bisa turun signifikan," ungkap Endang saat Anggota Komite IV DPD RI H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH ke Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Senin (18/12) kemarin.

"Jika pada tahun 2022 inflasi Sumbar tertinggi di Indonesia sebesar 7,43 persen. Pada tahun 2023, inflasi Sumbar menunjukkan realisasi sebesar 3,14 persen," lanjut Endang.

Endang juga mengatakan bahkan berdasarkan tahun kalender, inflasi Sumbar terjaga rendah sebesar 2,18 persen. Dan berada di bawah rata-rata nasional.

"Ini sesuai dengan target pemerintah. Jadi bisa dibayangkan penurunannya jika akhir tahun lalu 7,43 persen sementara tahun ini diperkirakan sebesar 2,18 persen. Ini prestasi Sumbar yang membuat bangga Bank Indonesia," tegasnya.

Saat menyampaikan kondisi inflasi Sumbar itu, Endang didampingi Kepala Fungsi Perumusan Kebijakan Ekonomi Ridwan Anhar, Kepala Tim Implementasi Ekonomi Daerah (TPID), Lukman Hakim dan sejumlah staf.

Di sisi Endang menyebutkan, TPID Sumbar saat berada di urutan terbaik kedua dalam pengendalian inflasi di Kawasan Sumatera. Dan TPID Kabupaten Tanahdatar menjadi terbaik 1 tingkat kabupaten kota di Kawasan Sumatera pada tahun ini. Hadiahnya, penambahan dana insentif daerah sebesar Rp 8,3 miliar untuk Tanahdatar dan sebesar Rp 11 miliar untuk Sumbar.

"Jadi saya menyarankan TPID ini dipakai lagi dalam pengendalian inflasi daerah tahun 2024. Saya belum pernah melihat Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) sebaik yang di sini," harapnya.

Adapun Anggota Komite IV DPD RI H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH mengapresiasi turunnya tingkat inflasi di Sumbar tahun 2023 ini.

"Inflasi daerah Sumbar yang kini turun drastis ke angka 3,14 persen dan menjadikan Sumbar kini berada di posisi ke-22 dari 34 provinsi di Indonesia sangat perlu kita apresiasi. Dengan prestasi ini TPID Sumbar bisa dikatakan sukses menurunkan tingkat inflasi. Ini berkat koordinasi, sinergi yang terintegrasi dari pemerintah kota/kabupaten dan pemerintah provinsi," ungkapnyanext

Komentar