Padang, Arunala.com - Keberadaan jasa pinjaman online (pinjol) bisa dikatakan ibarat dua sisi mata uang logam. Satu sisi masyarakat yang butuh uang segar bakal segera mendapatkannya. Sedangkan di sisi lain, jasa pinjol juga sebabkan masyarakat yang terjerat pada BI Checking.
Akibat masuk dalam daftar BI Checking, sebagian masyarakat terbentur dalam pengajuan kredit dalam membeli mobil. Hal ini mempengaruhi capaian target penjualan pihak showroom.
Seperti disebutkan General Manager Honda Gajah Motor (HGM) Padang, Albert Gani kepada Arunala.com beberapa waktu lalu.
"Banyak dari masyarakat yang menggunakan jasa pinjaman online (pinjol), kredit pembelian mobil barunya ditolak pihak leasing. Pasalnya mereka masuk dalam daftar BI Checking," kata Albert Gani akrab disapa Beto ini.
Dampak dari itu, sebut Beto, banyak calon konsumen yang gagal untuk beli mobil.
Kondisi seperti ini, lanjutnya, berlangsung sejak masuk semester II di 2023 ini.
"Parahnya lagi, penjualan unit di showroom saya turun drastis," kata Beto lagi.
Biasanya, sambung Beto, biasanya jelang akhir tahun, pihak diler termasuk HGM memacu penjualan unitnya.
Tahun-tahun sebelumnya, lanjutnya, banyak pihak perusahaan BUMN, perbankan maupun pemerintah banyak mengelontorkan dana KUR bagi masyarakat.
Tujuannya agar daya beli masyarakat menguat termasuk untuk memiliki mobil baru. Tapi kini tidak lagi.
"Ya bisa dibilang semester II di 2023 ini merupakan tahun-tahun berat bagi kami," pungkas Beto. (cpt)


Komentar