.
Ia juga menambahkan, rumah sakit ini masih tipe D dengan kondisi tempat tidur lebih kurang 50. Untuk meningkatkan ke tipe C, kita harus mempunyai tempat tidur 100. Kalau tempat tidur ditambah maka ruangan juga harus ditambah.
"Kita punya ruang perawatan tersebut 10 untuk anak-anak, 10 untuk dewasa, ruang isolasi 1, ini artinya minim ruangan," ujarnya.
Sementara, lanjutnya, ruangan isolasi yang dibangun ketika pandemi Covid-19, dan sekarang menjadi ruangan VVIP untuk ruang perawatan karena ruangannya sangat bagus, fasilitas lengkap dengan oksigen tertanam ke dinding dan alat kesehatan sudah permanen disana. Kedepan dengan sudah dilanjutkan pembangunan ruangan yang terbengkalai tersebut, insyaallah tahun ini empat (4) poli sudah bisa dimanfaatkan
"Di tahun 2024, kita mintakan dana DAK untuk membangun lagi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Kita harus mempunyai KRIS kedepannya, kalau tidak kita tidak bisa lagi bekerjasama dengan BPJS," tukas Nazifah.
Selain itu, rumah sakit ini juga mendapatkan dana DAK sebesar Rp 5,3 miliar, untuk membangun ruangan operasi yang lebih representatif. Karena ruangan operasi sekarang hanya satu, kecil dan belum representatif.
"Sementara untuk labor kita juga tingkatkan, di Tahun 2024 kita sudah mendapat anggaran untuk labor kesehatan masyarakat dengan anggaran Rp 16 miliar yang direncanakan dibangun di By Pass Pariaman," tuturnya. (cpt/*)


Komentar