Antisipasi Dampak Erupsi Marapi, Danrem Minta Semua Unsur Kolaborasi

Metro- 23-01-2024 20:24
Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl pimpin rapat bersama unsur terkait soal langkah antisipasi erupsi Gunung Marapi di Kantor PMI Sumbar, Selasa (23/1). (Foto : Derizon)
Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl pimpin rapat bersama unsur terkait soal langkah antisipasi erupsi Gunung Marapi di Kantor PMI Sumbar, Selasa (23/1). (Foto : Derizon)

.

Lebih lanjut, ia berharap agar semua unsur dapat saling berpegangan tangan dan bersiap diri untuk membantu masyarakat dan melindungi masyarakat. Lalu pihaknya juga berharap agar Gunung Marapi segera pulih dan masyarakat juga bisa kembali beraktivitas seperti biasa tanpa ada kecemasan.

"Saat ini, Gunung Marapi masih di level III dan tetap rawan, kita berharap dan mendoakan levelnya dapat berkurang dan kegiatan masyarakat dapat kembali normal. Namun apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, diharapkan semua stakeholder siap untuk menyelamatkan masyarakat yang terdampak," ucap Rayen Obersyl.

Seperti diketahui bersama, sambung Danrem ini, posko-posko sudah berdiri dan sudah siap sehingga kemungkinan-kemungkinan buruk apabila terjadi di masyarakat, jalur-jalur evakuasi telah disiapkan sehingga mereka sudah tau persis akan berlari ke mana.

Dirinya juga menyerukan kepada masyarakat yang berada disekitar kawasan Gunung Marapi dan aliran airnya agar tetap waspada

"Saya menghimbau seluruh masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai agar dapat waspada dengan banjir lahar dingin yang disebabkan oleh banyaknya abu vulkanik yang sudah mencapai 500.000 meter kubik dan diperkirakan akan terus meningkat jumlahnya apabila nanti didorong dengan kondisi curah hujan yang tinggi. Sehingga itu bisa dibawa air dan mengikuti arus sungai dan akibatnya dapat membahayakan bagi penduduk yang tinggal di sekitar aliran sungai," tuturnya lagi.

Dalam kegiatan coffee morning tersebut, tampak dihadiri oleh Kepala PMI Sumbar Aristo Munandar, Kepala Basarnas Abdul Malik, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Lila Yanuar, dan beberapa stakeholder terkait. (drz)

Komentar