Padang, Arunala.com - Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl meminta Pemkab Agam untuk segera merelokasi 46 kepala keluarga (KK) yang kini tinggal di empat nagari di kabupaten itu yakni Nagari Batu Palano, Nagari Sariak, Nagari Sungai Pua di Kecamatan Sungai Pua, kemudian Nagari Bukit Batabuah Kecamatan Canduang ke tempat yang lebih aman.
Alasan Danrem minta puluhan KK itu direlokasi karena mereka tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) erupsi Gunung Marapi.
"Puluhan kepala keluarga itu, kini tinggal di Nagari Batu Palano, Nagari Sariak, Nagari Sungai dan Nagari Bukit Batabuah itu masuk kawasan rawan bencana erupsi, jaraknya berada pada radius 4,5 km dari kawah verbeek di Gunung Marapi itu," ungkap Rayen Obersyl kepada Arunala.com di Padang, kemarin.
Dirinya menyampaikan, tidak ada yang bisa memastikan kapan Marapi normal kembali. "Pengalaman kami sebelumnya di Gunung Sinabung Sumut, status level III Siaga itu berlangsung hingga 5 tahun," ujar Rayen Obersyl.
Ia menambahkan, bencana gunung meletus tidak bisa dihentikan, tetapi dampak bencana bisa diminimalisir.
"Jika kondisi terburuk terjadi di Marapi, maka setiap orang yang berada di sana harus paham melakukan evakuasi mandiri yang terdekat yang aman," tukas dia.
Di pihak lain, Rayen Obersyl mengaku juga terima laporan dari Dandim Tanahdatar, jika saat ini tidak ada lagi warga di kabupaten itu yang mengungsi.
"Mereka telah kembali ke rumah masing-masing karena rumah mereka berada jauh dari kawasan rawan bencana (KRB)," jelasnya.
Sementara itu posko telah berdiri untuk memantau kondisi serta perkembangan Gunung Marapi.
"Jika hal terburuk terjadi sudah siap untuk melakukan evakuasi bagi warga," pungkasnya. (drz)


Komentar