Waspadai Potensi Kejahatan Transaksi Digital pada Libur Lebaran

Ekonomi- 05-04-2024 07:55
Kantor Pusat Bank Nagari Jalan Pemuda No 21 Kota Padang. IST
Kantor Pusat Bank Nagari Jalan Pemuda No 21 Kota Padang. IST

Padang, Arunala.com--PT Bank Nagari mengingatkan nasabah untuk mewaspadai potensi kejahatan transaksi digital selama mudik dan Lebaran 2024. Terutama modus kejahatan perbankan yang marak saat ini yakni phising dan soceng.

"Menjelang Lebaran aktivitas seseorang menggunakan jasa perbankan biasanya bertambah. Apalagi jika memerlukan uang tunai yang menyebabkan nasabah harus mengambil dana ke mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Hal ini perlu untuk diwaspadai juga," kata Pjs Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra didampingi Pemimpin Divisi Teknologi dan Digitalisasi Hardi Putra serta Pemimpin Divisi Dana dan Treasury Henri Budiman.

Ia mengatakan selagi tahu dan mengerti cara aman bertransaksi, modus yang mungkin dihadapi bisa diatasi secara baik. "Kami dari Bank Nagari punya tips yang bisa diikuti oleh nasabah," tuturnya.

Tipsnya, sebut Gusti Candra, kenali modus kejahatan yang mungkin terjadi saat bertransaksi di ATM dan tingkatkan kewaspadaan. Ada beberapa modus kejahatan yang mungkin terjadi di lokasi ATM.

"Misalnya minta bantu transfer. Waspada jika ada orang tidak dikenal minta bantu untuk transfer dana dengan menggunakan kartu ATM nasabah. Ingat, transaksi di ATM bersifat pribadi dan rahasia. Banyak tindak kejahatan diawali dengan modus ini, jadi selalu berhati-hati," ujar dia.

Selain itu jangan pernah menghubungi nomor telepon lain yang mengatasnamakan call center resmi Bank Nagari. Karena call center resmi tidak pernah meminta data rahasia seperti nomor pin nasabah. "Call Center Bank Nagari hanya 150234, tidak ada yang lain," tegasnya.

Selain itu, hal yang juga patut diwaspadai menurut Gusti adalah phising dan soceng merupakan modus kejahatan perbankan yang marak saat ini. Perlu berhati-hati dengan penipuan berkedok undian berhadiah dan undangan pernikahan melalui WhatsApp, instagram dan media sosial lainnya.

Tindakan ini dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan menggunakan link ataupun aplikasi yang jika di klik oleh nasabah maka data-data pada handphone nasabah dengan mudah dapat dicuri oleh penipu tersebutnext

Komentar