Mahyeldi Wajibkan Retail di Sumbar Terima Produk

Ekonomi- 05-04-2024 16:20
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat sidak makanan dan parcel Lebaran bersama BPOM di Transmart Padang, Jumat (5/4). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat sidak makanan dan parcel Lebaran bersama BPOM di Transmart Padang, Jumat (5/4). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Pelaku retail di Sumbar diingatkan harus membuka diri dan menerima produk lokal, sehingga ekonomi ditingkat pelaku UMKM bergerak kearah lebih baik.

Penegasan yang disampaikan

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ini semata-mata untuk melindungi dan meningkatkan ekonomi UMKM di wilayahnya.

"Saat ini, ada 600 ribu lebih UMKM di Sumbar yang harus dilindungi. Salah satunya dengan memberikan ruang bagi mereka untuk masuk ke dunia retail,” ungkap Mahyeldi saat sidak makanan dan parcel Lebaran bersama BPOM di Transmart Padang, Jumat (5/4).

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk meminimalisir dominasi produk non-Sumbar di pasaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Mahyeldi menegaskan, retail yang enggan menerima produk UMKM Sumbar tidak akan diberikan izin usaha.

“Ekonomi Sumbar adalah ekonomi UMKM. Oleh karena itu, retail harus membuka diri untuk produk lokal. Kalau tidak, izinnya tidak diberikan,” tegasnya.

Namun, Mahyeldi juga menekankan bahwa UMKM perlu meningkatkan kualitas produknya agar memenuhi standar retail.

"Pemerintah daerah akan membantu UMKM dalam hal ini dengan melakukan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan standar produk," ucap Mahyeldi lagi. (*)

Komentar