Praktik BAM, Murid SD Baiturrahmah Ikut Tradisi Batagak Pangulu dan Makan Bajamba

Metro- 26-04-2024 09:36
Murid SD Baiturrahmah mengikuti tradisi baarak  ke jalan dekat sekolah. Bunyi musik tradisional Minang, seperti gendang dan talempong, pun membahana. Arunala/Fajril
Murid SD Baiturrahmah mengikuti tradisi baarak ke jalan dekat sekolah. Bunyi musik tradisional Minang, seperti gendang dan talempong, pun membahana. Arunala/Fajril

Padang, Arunala.com---Suasana berbeda terlihat pada proses belajar mengajar di SD Baiturrahmah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Baiturrahmah, Jumat (26/4/2024). Hari itu, para murid dengan mengenakan pakaian adat Minangkabau mengikuti tradisi batagak pangulu dan makan bajamba.

Sebelum prosesi adat dilakukan, ditemani gurunya, para murid diarak berkeliling ke jalan dekat sekolah. Bunyi musik tradisional Minang, seperti gendang dan talempong, pun membahana.

Tak ayal, pawai budaya ini pun menjadi perhatian warga. Setelah itu, para murid kembali ke sekolah untuk melaksanakan batagak pangulu dan makan bajamba. Prosesi dua kegiatan itu hanya diikuti 40 murid kelas VI didampingi guru.

"Ini merupakan bagian dari pelaksanaan ujian praktik mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau. Tujuannya agar murid bisa lebih paham dengan adat Minangkabau, khususnya pada tradisi batagak pangulu dan makan bajamba," kata Kepala SD Baiturrahmah Dores Okta Feri SPdI.

Ia mengatakan murid diperkenalkan dengan tradisi makan bajamba yang merupakan makan dilakukan secara bersama-sama masyarakat Minang. Dan biasanya diselenggarakan pada hari-hari besar Islam atau pada acara adat tertentu.

"Termasuk juga memperkenalkan kepada murid tata cara batagak pangulu di Minangkabau. Bahkan murid juga diajarkan tradisiperpatah-petitih," tuturnya.

Kegiatan tersebut, sebut Dores, merupakan agenda rutin yang diadakan pihak sekolah setiap tahunnya. “Alhamdulillah murid semua bisa memahami ternyata budaya Minangkabau itu indah dan unik. Yang kita laksanakan ini baru sebagian kecil dari budaya Minangkabau,” ujarnya.

Ia berharap lewat kegiatan ini, murid diharapkan bisa menggali lebih lanjut tentang budaya Minangkabau. "Sekaligus mendidik jiwa kepemimpinan para peserta didik lewat batagak pangulu," tukas Dores. (*)

Komentar