Arosuka, Arunala.com - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib mengingatkan masyarakat Jorong Mandailing Koto Laweh, Kabupaten Solok, tentang bahaya Narkoba.
"Pasalnya, bahaya Narkoba akan meningkatkan risiko terserang penyakit HIV/Aids yang hingga sekarang belum ada obatnya," kata Suwirpen pada masyarakat itu belum lama ini.
Hadirnya Wakil Ketua DPRD Sumbar di jorong itu dalam rangka sosialisasi perda (sosper) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.
Dia menambahkan, selain rental timbulkan HIV/Aids, kecanduan terhadap Narkoba juga bisa menimbulkan gesekan-gesekan sosial yang berujung pada tindakan kriminalitas.
Dari data Dinas Kesehatan Sumbar yang saya terima, akhir tahun 2021 kemarin, sebanyak 2.704 orang di Sumbar terinfeksi HIV/Aids," ungkapnya.
Kemudian, bahaya Narkoba ini picu meningkatnya tingkat kriminalitas, merusak generasi muda, tatanan sosial juga mengalami kerapuhan, ini baru sebagian bahaya narkoba.
Dalam perkembangannya, sebut Suwirpen, Narkoba ini sudah merambah pelosok kampung di Sumbar.
Parahnya lagi, sambungnya, bahaya narkoba ini sudah mengancam anak bangsa dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat tidak terkecuali di Sumbar ini.
"Makanya melalu Sosper Nomor 9 Tahun 2018, mari bersama-sama kita wujudkan lingkungan yang bebas dari bahaya narkoba,” ajak Suwirpen.
Untuk diketahui, imbuhnya, lingkungan juga berpengaruh besar terhadap perkembangan dan pendidikan anak.
"Ketika lingkungan rumah tangga, sekolah, bahkan lingkungan masyarakat tidak memiliki komitmen dan pemahaman terhadap ancaman narkoba, maka itu akan menjadi pintu masuknya peredaran narkoba," pungkas Suwirpen. (*)


Komentar