Rahmat Saleh Akui Keunggulan Harmonisasi Mahyeldi-Audy

Metro- 03-05-2024 17:21
Sekretaris DPW PKS Sumbar Rahmat Saleh saat diskusi publik yang diadakan IWO Sumbar di Padang, Kamis (2/5/2024) kemarin. (Dok : Istimewa)
Sekretaris DPW PKS Sumbar Rahmat Saleh saat diskusi publik yang diadakan IWO Sumbar di Padang, Kamis (2/5/2024) kemarin. (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Sekretariat DPW PKS Sumbar, Rahmat Saleh menilai, memilih pemimpin Sumbar pada pilkada 2024 nanti lebih dititik beratkan pada kemampuan gagasan dan ide, bukan hanya sosoknya.

"Perubahan kepemimpinan tidak mesti berbicara subjek atau orang, tapi bicara perubahan atau pergantian ide, gagasan, sistem, pola komunikasi dan lainnya," kata Rahmat Saleh dalam diskusi bertema 'Status Quo atau Perubahan' yang digelar oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumbar di V-Coffee, Kota Padang, Kamis (2/5/2024) kemarin.

Dirinya juga sepakat bahwa tidak ada pembangunan dan kebangkitan kecuali dengan ada perubahan.

"Tapi perubahan itu tidak serta merta harus mengganti orangnya, namun yang terpenting ini merubah sistem dan merubah pola pikir," ungkap Rahmat Saleh.

Kemudian menyinggung pergerakan beberapa indikator makro, yang dikerjakan duet Mahyeldi-Audy, program pembangunan di Sumbar cenderung menunjukkan trend positif.

Dia juga sepakat, calon pemimpin Sumbar ke depan harus kuat negosiasi, lobi dan komunikasi dengan pemerintah pusat jelas sangat dibutuhkan.

"Nah, salah satu kunci yang perlu diperhatikan dalam menjadikan daerah stabil kemudian seluruh elemen yang ada di pemerintahan bisa berkerja maksimal, yakni adanya hubungan harmonis antara gubernur dan wakil gubernur," pungkas Rahmat Saleh.

Kemudian menyinggung harmonisasi hubungan antara Gubernur dan Wagub, menurutnya, jadi faktor untuk keberhasilan, untuk membangun tim, mustahil bisa membangun networking kalau keakuratan kepala daerah tidak bagus.

Dia berharap masyarakat dapat memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, ide, dan gagasannya, bukan hanya sosoknya.

"Saya juga sepakat, masyarakat memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak. Bagaimana ide dan gagasannya, sekali lagi, objeknya, bukan lagi tentang subjek," harap Rahmat Saleh. (*)

Komentar