Sesuai dengan Gelar Sarjana, Mahyeldi Fokuskan Sektor Pertanian

Ekonomi- 27-08-2024 20:00
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi-Vasco saat pres conference seusia mendaftar ke KPU Sumbar, Selasa (27/8/2024). (dok : arunala.com)
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi-Vasco saat pres conference seusia mendaftar ke KPU Sumbar, Selasa (27/8/2024). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Berlatar belakang sarjana Pertanian, tidak mengherankan bila sektor pertanian jadi salah satu program unggulan yang dibuat Mahyeldi Ansharullah dalam visi misinya sebagai bakal calon Gubernur Sumbar periode 2024-2029 ini.

Masuknya sektor pertanian dalam program unggulan kerja Mahyeldi itu diungkapkan saat dirinya bersama calon Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy kepada sejumlah wartawan ketika pres conference seusai mendaftar di KPU Sumbar sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Selasa (27/8/2024).

Dengan mengusung tagline "Gerak Cepat untuk Sumbar", maka apa yang jadi program unggulan kami (Mahyeldi-Vasco, red) harus dikerjakan dengan cepat, salah satunya meningkatkan ketahanan pangan pada sektor pertanian," ungkap Mahyeldi didamping Vasco dan ketua partai pendukung pasangan calon ini.

Untuk sektor pertanian ini, jelas Mahyeldi, dalam program yang dibuatnya yakni mengalokasikan dana minimal 10 persen dari APBD provinsi untuk pertanian.

"Ini sudah saya telah dilakukan pada periode sebelumnya dan akan dilanjutkan," ungkap incumbent gubernur ini.

Di sisi lain, pasangan Mahyeldi-Vasco juga membuat program unggulan lainnya seperti penguatan SDM, dan pendidikan di Sumbar bisa terlaksana untuk 12 tahun wajib belajar, karena di Sumbar memang provinsi yang mengharapkan SDM sehingga konsen di SDM untuk lima tahun ke depan.

Hal lain disampaikan Mahyeldi yakni menyangkut memberikan asuransi kepada garin, pengurus masjid, pengurus lembaga adat atau KAN, hingga tokoh-tokoh terkait.

Kemudian kami juga perlu gerak cepat untuk pemenuhan infrastruktur di Sumbar,” ucap Mahyeldi.

Sedang calon Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy menambahkan, bila mereka berdua juga konsen di digitalisasi, sampai ke tingkat nagari nantinya, dan memfokuskan ke nagari dalam rangka desa dan nagari wisata, serta permasalahan yang dihadapi seperti narkoba dan lainnya.

Di pihak lain, besaran alokasi 10 persen dana APBD Sumbar untuk sektor pertaniannya memang telah dijalankan Pemprov Sumbar dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut beberapa sumber yang rangkum menunjukkan pada 2023 lalu, total APBD Sumbar diketahui sebesar Rp6,781 triliun lebih.

Jadi bila 10 persen dialokasikan untuk sektor pertanian, maka diperkirakan jumlahnya mencapai Rp600 miliar lebih. (*)

Komentar