Butuh Keterampilan Tangan dan Kesabaran untuk Bikin Dimsum

Ekonomi- 25-09-2024 18:02
Chef Hotel Mercure Padang Agung bersama 41 varian dimsum dan dessert. IST
Chef Hotel Mercure Padang Agung bersama 41 varian dimsum dan dessert. IST

Padang, Arunala.com--Dimsum adalah salah satu hidangan dari Tiongkok yang disajikan dalam keranjang pengukus berukuran kecil. Dimsum awalnya camilan atau kudapan penduduk Tiongkok di wilayah selatan, termasuk Hong Kong yang banyak dihuni oleh orang-orang Kanton.

Dimsum yang dalam bahasa Mandarin berarti menyentuh hati adalah hidangan yang terdiri dari beberapa jenis makanan yang berukuran kecil. Ukurannya yang kecil ini karena dimsum pada mulanya hanya camilan untuk menemani minum teh saja. Saat ini dimsum sangat populer di kalangan masyarakat di Indonesia termasuk Kota Padang.

"Sebenarnya Dimsum itu sendiri seperti makanan appetizer atau camilan untuk sarapan. Namun saat ini telah populer menjadi menu makan siang atau makan malam," kata Chef Hotel Mercure Padang, Wahyu Agung Setia kepada arunala.com.

Dia sendiri menekuni dimsum ini sejak tahun 2006. Dia menimba ilmu dimsum dari Sibu Hongkong. "Pertama kali di Jakarta saya ikut Sibu Hongkong. Kemudian saya sering pindah-pindah. Dan juga pernah ikut Sibu Malaysia. Pindah lagi dan ikut Sibu Singapura. Pokoknya saya lama mengikuti Sibu atau chef dari luar," tuturnya.

Agung mengaku ia tidak hanya menekuni dunia dimsum saja. Akan tetapi juga menekuni chinese dan japanese food. "Tapi dimsum ini unik. Butuh keterampilan khusus, butuh kesabaran, dan hati yang tenang," ucapnya.

Ia menjelaskan untuk belajar dasar dimsum saja membutuhkan waktu 3-4 bulan. Bahkan bisa butuh waktu satu tahun agar bisa membuat semua varian dimsum. "Saya dulu belajar dimsum ini sampai satu tahun," sebutnya.

Pengolahan dimsum ini, tutur Agung, agak terlalu rumit. Beda dengan memasak biasa. "Proses pengolahan dimsum itu butuh waktu. Harus dibumbui dulu, dicuci bersih dulu, ditumis dulu. Kita bikinnya harus fresh," tutur Agung seraya mengatakan jika dilihat pembuatan dimsum ini gampang. Akan tetapi kenyataannya susah.

Ia mengatakan, udang dan ayam yang biasanya jadi bahan baku pembuatan dimsum punya ketahanan rasa berbeda setelah diolah. "Udang itu harus di hari yang sama. Diolah langsung dimakan. Kalau bisa jangan sampai ganti hari. Beda dengan ayam. Ayam misalnya pagi datang, langsung diolah, sampai besok pagi masih enak. Tapi, kalau sudah siang rasanya lain," tuturnyanext

Komentar