Hasil Penelitian, Kebanyakan Pecandu Narkoba di Sumbar Berawal dari Pemberian Teman

Metro- 27-08-2025 08:36
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri saat sosialisas Perda No 9/2018 di salah satu restoran Kota Padang di kawasan Kuranji, Selasa (26/8/2025). IST
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri saat sosialisas Perda No 9/2018 di salah satu restoran Kota Padang di kawasan Kuranji, Selasa (26/8/2025). IST

Padang, Arunala.com - Sebagian besar pelaku penyalahgunaan narkoba mendapatkan barang haram tersebut pertama kali dari teman.

Kepala Bidang Ideologi Wasbang dan Karakter Bangsa, Kesbangpol Sumbar, Donny R Saputra menyebut, ini sudah merupakan bukti kajian penelitian.

"Hanya dua persen pengedar. Sebanyak 88 persen itu mereka diajak atau diberi teman. Lalu gunakan narkoba dan kecanduan," ungkapnya.

Paparan Donny ini bagian dari kegiatan sosialisasi peraturan daerah (perda) di salah satu restoran Kota Padang di kawasan Kuranji, Selasa (26/8/2025).

Sosper yang diadakan hari itu merupakan gagasan dari Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman.

Dalam sosialisasi itu, Perda No 9/2018 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya jadi pokok bahasan.

Donny mengatakan tindakan aktif seluruh pihak untuk memberantas penyalahgunaan narkoba sudah menjadi kewajiban.

Ini pun diatur dalam perda. Apalagi mengingat jumlah penggunanya terus meningkat.

"Data 2020-2021 saja sudah 64 ribu orang di Sumbar. Ini terus bertambah dari tahun ke tahun," katanya lagi.

Upaya penanganan penyalahgunaan narkoba, kata dia, mesti dilakukan dari hulu hingga hilir. Ini pun telah diatur perda.

Mulai dari berupaya menutup pintu akses masuk peredaran, penangkapan bandar dan pengedar, sosialisasi bahaya narkoba, pengawasan hingga rehabilitasi.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk ikut mencegah penyalahgunaan narkoba.

"Awasi anggota keluarga atau bisa tempel pamflet atau untuk lembaga bisa sosialisasikan. Bukan hanya pemerintah, semakin banyak yang ikut serta maka akan bermanfaat," katanya lagi.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri mengatakan, bahaya narkoba tidak bisa lagi dianggap sepele.

Di tengah berbagai upaya dilakukan pemerintah dan berbagai pihak lainnya, pengguna baru masih terus bermunculan.

"Bahkan sudah banyak kasus yang menjadi memakai narkoba itu anak SD. Pelajar SMP dan SMA lebih banyak lagi. Termasuk orang dewasa," ujar Evinext

Komentar