Rektor Unand Sebut Nalar Kritis Jadi Kunci Utama Melawan Tsunami Informasi

Metro- 14-02-2026 18:49
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D dan Sekretaris Jenderal DPP IKA Unand Gusti Candra bersama wisudawan saat Wisuda I Tahun 2026 di Auditorium Unand, Sabtu (14/2/2026). Humas Unand
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D dan Sekretaris Jenderal DPP IKA Unand Gusti Candra bersama wisudawan saat Wisuda I Tahun 2026 di Auditorium Unand, Sabtu (14/2/2026). Humas Unand

.

Di sisi lain, di tengah kekhawatiran global tentang dominasi mesin, Rektor meminta para alumni untuk tidak perlu merasa takut menghadapi masa depan yang akan diisi oleh robot dan agen kecerdasan buatan (AI). Ia memposisikan AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai rekan kerja strategis yang mampu meningkatkan produktivitas manusia secara signifikan. Namun, ia mengingatkan dengan tegas bahwa ada satu aspek yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh algoritma secanggih apa pun. Yakni kecerdasan emosional dan kompas moral manusia.

"Secara filosofis, meski robot di masa depan mungkin memiliki kemampuan fisik untuk membantu mengganti pakaian seorang lansia, teknologi tersebut tidak akan pernah bisa memberikan dekapan hangat atau pelukan tulus kepada seorang anak yang sedang menangis. Kehangatan manusiawi, empati, dan rasa peduli adalah ruh yang tetap menjadi keunggulan mutlak manusia di atas mesin, dan itulah yang harus dijaga oleh para lulusan Unand dalam berkarya di masyarakat," ungkapnya.

Efa Yonnedi menyadari apa yang dipelajari di bangku kuliah hari ini belum tentu tetap relevan di masa depan. Oleh karena itu, ia mendorong para alumni untuk terus memperbarui ilmu dan keterampilannya melalui berbagai saluran, termasuk program mikro-kredensial. " Ijazah hanyalah pintu masuk, namun semangat untuk terus meng-update diri adalah kunci utama untuk tetap kompetitif dan relevan di panggung global yang terus berubah," tukasnya. (*)

Komentar