.
Sementara itu Bupati Solok, Jon Firman Pandu menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Pemprov Sumbar.
Ia menyebut bencana yang terjadi berdampak signifikan terhadap sektor perumahan, infrastruktur, sosial, hingga perekonomian masyarakat.
"Khususnya infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Gunung Talang dan Danau Diatas--Alahan Panjang menjadi fokus utama pengembangan," ujarnya.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki daya tarik luar biasa dan kerap dijuluki "Eropa-nya Sumatera" karena keindahan alam serta udaranya yang sejuk.
Karena itu, perbaikan aksesibilitas menjadi kebutuhan mendesak agar potensi wisata dapat berkembang optimal.
Wakil Bupati Solok, Candra menambahkan bahwa Pemkab Solok siap mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis, termasuk penyelesaian fly-over Sitinjau Lauik yang dinilai vital untuk meningkatkan konektivitas dan kunjungan wisatawan.
Di sisi lain, ia menegaskan sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama pembangunan daerah, mengingat sekitar 56,2 persen masyarakat Kabupaten Solok berprofesi sebagai petani.
"Kita tidak bisa meninggalkan pertanian. Justru sektor ini menjadi kekuatan utama Kabupaten Solok. Integrasi antara pertanian dan pariwisata akan menjadi konsep pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, serta penguatan sektor pertanian, pariwisata, dan infrastruktur.
Diharapkan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat Kabupaten Solok secara berkelanjutan. (*/dpg)


Komentar