.
Layanan pengaduan ini dapat diakses sejak jemaah terdaftar hingga seluruh rangkaian ibadah selesai. Pemerintah berharap inovasi ini mampu mendekatkan layanan kepada masyarakat dan memastikan setiap kebutuhan jemaah terpenuhi dengan baik.
Inovasi tersebut turut mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang menilai langkah ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji. "Layanan ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan," katanya.
Dengan adanya pusat pengaduan berbasis WhatsApp ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan haji yang transparan, responsif, dan inklusif, terutama bagi jemaah lanjut usia, perempuan, serta mereka yang memiliki kebutuhan khusus agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman.(*)


Komentar