Unand Tambah 7 Guru Besar, Fokus pada Hilirisasi dan Dampak Riset

Metro- 25-04-2026 15:46
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan kalung kehormatan kepada para profesor, yang dilakukan oleh Ketua Dewan Profesor Prof. apt Marlina, PhD. IST
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan kalung kehormatan kepada para profesor, yang dilakukan oleh Ketua Dewan Profesor Prof. apt Marlina, PhD. IST

Padang, Arunala.com---Universitas Andalas kembali menorehkan capaian penting dalam penguatan sumber daya akademiknya. Pada Sabtu (25/4/2026), kampus yang berlokasi di Limau Manis ini mengukuhkan tujuh Guru Besar Tetap yang berlangsung di Gedung Convention Hall Kampus Limau Manis.

Ketujuh profesor yang dikukuhkan berasal dari dua fakultas, yakni Fakultas Peternakan dan Fakultas Hukum. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Husmaini, M.P, Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum, Prof. Dr. Ir. Elly Roza, M.S. Prof. Dr. Ir. Firda Arlina, M.Si., IPU, Prof. Dr. Ir. Montesqrit, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng, Prof. Dr. Sri Melia, S.T.P., M.P dan Prof. Dr. Ferdi., S.H., M.H.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan kalung kehormatan kepada para profesor, yang dilakukan oleh Ketua Dewan Profesor Prof. apt. Marlina, PhD disaksikan Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, PhD dan Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Syafrizal, Sy.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan pengukuhan Guru Besar bukan sekadar simbol pencapaian akademik tertinggi, melainkan juga amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para Guru Besar memiliki peran strategis sebagai ujung tombak kemajuan universitas, terutama dalam membangun reputasi akademik, menggerakkan riset inovatif, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Di tengah persaingan global yang semakin ketat, peran Guru Besar menjadi semakin krusial. Universitas Andalas diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat regional maupun nasional, tetapi juga mampu tampil di panggung internasional sebagai institusi yang unggul dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," tuturnya.

Rektor juga menekankan pentingnya dampak nyata dari setiap riset yang dihasilkan. Penelitian tidak cukup hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga harus memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Pendekatan seperti Return on Investment (ROI) dan Social Return on Investment (SROI) dinilai penting untuk memastikan bahwa hasil riset benar-benar berkontribusi terhadap pembangunannext

Komentar