.
"Saya datang ke sini karena sebelumnya sudah bertemu dengan Rais Yatim dari Malaysia. Beliau sangat tertarik karena tulisan-tulisan dan ukiran pada menhir ini merupakan sesuatu yang harus dibaca dan diteliti lebih dalam," ungkapnya.
Mahyeldi mengungkap, pada Oktober mendatang direncanakan akan hadir peneliti dari Australia untuk melakukan kajian lebih lanjut terhadap situs tersebut.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar mendorong kolaborasi para ahli dari berbagai negara guna mengungkap lebih jauh nilai sejarah dan kebudayaan yang terkandung di kawasan menhir Maek.
"Mudah-mudahan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk melakukan langkah maju dalam pelestarian situs budaya yang sarat akan sejarah ini," tuturnya.
Turut hadir mendampingi Gubernur dalam peninjauan tersebut Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardiyanto, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, serta Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar Andre Algamar. (*/dpg)


Komentar