.
Penggalangan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa penanganan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Sumbar sekaligus menjadi gambaran kuat filosofi "dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang" dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.
Fauzi Bahar menambahkan, melalui aksi kemanusiaan ini, Sumbar kembali menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal jarak.
"Ketika saudara sebangsa membutuhkan pertolongan, masyarakat Bumi Minang siap bergandengan tangan dan berbagi untuk meringankan beban sesama," tukas Fauzi Bahar.
Sementara itu Wali Kota Padang, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar, LKAAM Sumbar, dan Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau (Hipermi) yang telah menginisiasi pengiriman bantuan rendang tersebut.
Fadly Amran menambahkan, bantuan rendang sebelumnya telah dikirim pada 17 Agustus 2026 dan kembali dikirim pada hari ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat Sumatera Barat. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Padang, Lanud Sutan Sjahrir, serta seluruh pihak yang telah ikut membantu. Kami mendapat informasi, setelah ini akan dikirim lagi sebanyak 500 kg rendang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita dapat mencapai target lima ton sebagaimana yang telah ditetapkan," katanya. (dpg)


Komentar