.
Dalam konteks tersebut, Benjamin memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan kit diagnostik IGRA yang dikembangkan oleh Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc.
IGRA merupakan pemeriksaan berbasis sampel darah yang digunakan untuk membantu mendeteksi respons imun terhadap bakteri penyebab tuberkulosis. Pengembangan produk tersebut dinilai memiliki arti penting dalam memperkuat kapasitas diagnosis penyakit infeksi sekaligus membuka peluang bagi lahirnya produk diagnostik buatan Indonesia.
"Saya kagum dengan inovasi riset diagnosis tuberkulosis yang lebih akurat, kit diagnostic Interferon Gamma-Release Assay (IGRA) yang dikembangkan Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc.," kata Benjamin.
Menurutnya, penggunaan sampel darah dalam pemeriksaan dapat memberikan pendekatan lain dalam mendukung proses deteksi infeksi. Pemeriksaan tersebut juga memiliki kaitan dengan upaya skrining dan pencegahan karena hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk melakukan tindak lanjut lebih awal terhadap seseorang yang teridentifikasi mengalami infeksi.
"Dengan darah kita bisa mendeteksi infeksi bakteri penyebab tuberkulosis. Jika saat skrining positif maka kita dapat langsung melakukan pencegahan," ujarnya.
Benjamin mengatakan Kementerian Kesehatan menargetkan pemeriksaan IGRA tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung deteksi tuberkulosis pada tahun mendatang. "Pengembangan dan pemanfaatan produk tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi TB sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi penggunaan produk diagnostik hasil riset dalam negeri," tuturnya.
Ia menegaskan inovasi seperti IGRA menunjukkan bahwa rumah sakit memiliki peran yang lebih luas dibandingkan sekadar memberikan layanan pengobatan kepada pasien. Rumah sakit, menurutnya, juga dapat menjadi pusat penelitian, pengembangan teknologi, serta tempat lahirnya inovasi yang memberikan dampak terhadap sistem kesehatan secara lebih luas.
"Inovasi seperti IGRA menjadi contoh bahwa rumah sakit tidak hanya berperan memberikan pengobatan kepada pasien, tetapi juga dapat menjadi tempat lahirnya penelitian yang memberikan kontribusi bagi sistem kesehatan nasional," ungkapnyanext


Komentar