Wamenkes Dorong Hilirisasi IGRA RS M. Djamil dan PDRPI FK Unand

Metro- 18-09-2026 17:38
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR saat kunjungan kerja di RS M. Djamil, Jumat (18/9/2026). IST
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR saat kunjungan kerja di RS M. Djamil, Jumat (18/9/2026). IST

.

"Selain itu, terdapat pula kebutuhan untuk mengembangkan perencanaan herbal medicine yang dapat digunakan sebagai terapi komplementer," ucap Dovy.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, RS M. Djamil terus mendorong penguatan kolaborasi dengan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Kolaborasi antara rumah sakit dan pusat riset tersebut dinilai penting untuk memperkuat infrastruktur serta fasilitas penelitian.

Dovy mengatakan penguatan fasilitas riset akan memberikan dukungan terhadap proses penelitian mulai dari tahap pengembangan hingga menghasilkan produk yang dapat digunakan. Menurutnya, fasilitas penelitian yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat proses hilirisasi hasil riset.

"Kami berharap penguatan fasilitas riset tersebut dapat mempercepat hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan berbagai produk yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pelayanan di RS M. Djamil," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, menjelaskan bahwa pengembangan produk IGRA merupakan hasil kerja bersama sejumlah peneliti dari lima institusi riset dan rumah sakit di Indonesia.

Menurut Andani, pengembangan tersebut dilakukan sejak tahap awal dengan melibatkan kemampuan peneliti dan institusi dalam negeri. Kolaborasi lintas institusi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan nasional dalam mengembangkan produk bioteknologi kesehatan.

"Produk IGRA ini merupakan produk yang dikembangkan sendiri dari awal oleh peneliti dari lima institusi riset dan rumah sakit di Indonesia," kata Andani.

Ia menjelaskan, salah satu aspek penting dalam pengembangan IGRA adalah penggunaan bahan baku yang sebagian besar telah dapat diproduksi di dalam negeri. Beberapa di antaranya merupakan protein induktor dan detektor yang menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kit diagnostik tersebut.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kemampuan produksi komponen untuk produk bioteknologi kesehatan di Indonesia mulai berkembang. Meski demikian, masih terdapat sejumlah komponen yang perlu terus dikembangkan agar tingkat kemandirian produksi dapat ditingkatkannext

Komentar