.
Selain persoalan data, Suharyanto juga menekankan, operasi pemadaman tidak dapat hanya mengandalkan helikopter water bombing.
Berdasarkan evaluasi operasi, kemampuan pemadaman melalui udara memiliki keterbatasan, sehingga penggunaannya perlu diarahkan terutama pada lokasi yang sulit dijangkau oleh satgas darat maupun untuk membantu memutus dan mengendalikan penjalaran api.
"Berapa pun yang dikerahkan pasti hasilnya sedikit. Makanya ini sebetulnya digunakan hanya untuk tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh satgas darat, atau mungkin nanti bantuan atau kombinasi antara satgas darat dengan satgas udara," jelas Suharyanto.
Saat ini, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan didukung enam unit helikopter. BNPB mencatat bahwa operasi water bombing perlu dipadukan dengan upaya pemadaman melalui jalur darat agar hasil penanganan lebih optimal.
Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla.
Perkuat Satgas Darat
BNPB mendorong penambahan tim pemadaman darat apabila jumlah personel yang tersedia masih belum mencukupi. Setiap tim dapat beranggotakan sekitar 15 orang dengan perlengkapan pemadaman yang memadai.
Komposisi tim dapat melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, relawan, maupun masyarakat setempat.
BNPB juga mendorong pembentukan tim gabungan sehingga terdapat unsur yang memiliki pengalaman dan kemampuan teknis dalam penanganan karhutla.
Dukungan operasional termasuk kebutuhan peralatan dapat diajukan sesuai kebutuhan lapangan.
Berdasarkan data yang dihimpum oleh BNPB per Selasa (22/9/2026), total target penanganan karhutla di Provinsi Kalimantan Selatan seluas 125,31 hektare (ha).
Dengan rincian 62,15 ha lahan terbakar telah berhasil dipadamkan dan 63,16 ha lahan masih dalam penanganan.
Suharyanto meminta seluruh unsur di Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pemadaman dalam beberapa waktu ke depan, mengingat potensi karhutla masih perlu diantisipasi hingga memasuki musim hujan yang diprediksi akan datang pada Dasarian I bulan November mendatang.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga tren karhutla di Kalimantan Selatan tetap terkendali sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru dan mengantisipasi kembali terbakarnya lahan yang sebelumnya telah dipadamkan. (dpg)


Komentar