.
"Untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemkab Solok memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp819 miliar," kata Jon Pandu.
Dia menjelaskan, anggaran tersebut antara lain untuk pembangunan sabo dam sekitar Rp250 miliar, normalisasi sungai sekitar Rp300 miliar, serta perbaikan rumah warga, lahan pertanian, gedung perkantoran dan sarana prasarana umum.
Dalam masa tanggap darurat ini, Jon Firman Pandu menyebut, Pemkab Solok membutuhkan dukungan sejumlah peralatan untuk mempercepat penanganan, antara lain mini ekskavator untuk menjangkau lokasi yang sulit dimasuki alat berat.
Lalu breaker untuk memecah material batu berukuran besar, serta sekitar 10 unit tenda berukuran besar sebagai lokasi pelayanan sementara agar pelayanan publik di daerah tersebut tetap berjalan.
Ia mengaku, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengungsi, termasuk selimut, matras, obat-obatan serta kebutuhan kelompok rentan, anak-anak, bayi dan balita.
"Sebagian warga terdampak juga sementara ditampung di rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati untuk memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan mereka tetap terpenuhi," tukasnya. (*/dpg)


Komentar