.
Direktur Keuangan Bank Nagari Roni Edrian menambahkan, keberhasilan ETPD tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sistem dan teknologi. Kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, Bank Indonesia, Bank Nagari, serta seluruh pihak yang berada dalam ekosistem transaksi pemerintah daerah juga menjadi faktor penting.
Roni berharap kegiatan ETPD Partnership Gathering tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan menghasilkan langkah konkret dalam memperluas penerapan ETPD di masing-masing daerah.
"Kami siap berdiskusi, berkoordinasi, dan bersama-sama mencari solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah," ujar Roni.
Bank Nagari juga mengajak pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan maupun kendala yang dihadapi dalam penerapan ETPD. Bank Nagari menyatakan siap melakukan koordinasi dan pendampingan agar berbagai fitur digital yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Agus Fatoni menekankan pentingnya pemerintah daerah mengoptimalkan kapasitas fiskal yang tersedia. Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dapat ditempuh melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan inovasi daerah.
Agus juga mengingatkan pemerintah daerah untuk memastikan data yang digunakan dalam pengelolaan keuangan selalu diperbarui dan memiliki tingkat akurasi yang baik. Data tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam proses penerimaan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Selain itu, peningkatan kinerja pemerintah daerah dapat membuka peluang memperoleh insentif dari pemerintah pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sekretaris Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi yang mewakili Gubernur Sumbar mengatakan, penguatan ETPD membutuhkan sinergi seluruh pihak. Menurutnya, digitalisasi transaksi pemerintah daerah harus memberikan manfaat nyata terhadap tata kelola pemerintahan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
ETPD, kata Arry, tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan teknologi. Sistem tersebut juga dapat menjadi instrumen untuk membangun pengelolaan keuangan daerah yang lebih tertib, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkannext


Komentar