Padang, Arunala.com - Menghadapi potensi cuaca ekstrem dan meningkatnya curah hujan pada November hingga Desember, BPBD Kota Padang memperketat kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Langkah antisipasi tersebut dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait periode puncak curah hujan yang diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meminimalkan risiko bencana serta memastikan keselamatan masyarakat.
Salah satu langkah utama adalah menyiagakan personel Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) selama 24 jam penuh untuk memantau perkembangan situasi dan menerima laporan kejadian bencana di wilayah Kota Padang.
"Apapun yang terjadi, misalnya air sungai yang sedang naik, akan langsung diinformasikan kepada warga melalui ketua RT maupun early warning system (EWS)," ujar Hendri, Minggu (8/11/2026).
Selain kesiapan personel, BPBD Kota Padang juga memastikan seluruh peralatan pendukung penanggulangan bencana dalam kondisi siap digunakan.
Koordinasi lintas instansi turut diperkuat, termasuk bersama TNI, Polri, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Enam Aliran Sungai Jadi Fokus Pengawasan
Dalam upaya mengantisipasi potensi banjir, BPBD Kota Padang memberikan perhatian khusus terhadap enam aliran sungai dan kawasan aliran air yang dinilai memiliki potensi risiko banjir.
Adapun kawasan yang menjadi perhatian dan pemantauan diantarannya daerah aliran sungai Jirak,aliran sungai Kuranji, Sungai Air Dingin, kawasan Bungus, Lubuk Kilung, dan Teluk Kabung.
Hendri menegaskan, seluruh kawasan tersebut menjadi perhatian BPBD karena memiliki potensi terjadinya banjir, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
"Enam sungai itu semuanya berpotensi banjir, makanya kita selalu siagakan dan waspadakan," pungkasnyanext


Komentar