Realme segera Luncurkan Smartphone 9 Pro+

Teknologi- 14-02-2022 16:40
Smartphone 9 Pro+ yang usung karema berteknologi ProLight Imaging. (Dok : Istimewa)
Smartphone 9 Pro+ yang usung karema berteknologi ProLight Imaging. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Rabu lusa (16/2), produsen smartphone realme luncurkan produk barunya realme 9 Pro+.

Realme dengan slogan brand Dare to Leap, terus menghadirkan inovasi teknologi dan desain yang trendsetting dan berkualitas tinggi kepada anak muda di Indonesia.

Number Series yang akan diluncurkan pada Rabu itu, realme menghadirkan berbagai teknologi baru yang dipasangkan pada perangkat smartphone-nya kali ini, diantaranya memperkenalkan imaging teknologi baru pada kamera utama yang lebih unggul dari smartphone lain di kelasnya. Realme menyebutnya ProLight Imaging Technology.

Baca Juga

"Kamera yang diusung realme 9 Pro+ ini berupa kamera flagship di segmen harga menengah, Rp 4 jutaan, yang dapat menangkap foto low-light dengan sangat baik," kata Publik Relations (PR) Realme, Krisva Angnieszca dalam keterangan tertulisnya yang diterima Arunala.com , Senin (14/2).

Dengan kamera flagship ini, sebut Krisva, tim teknisi kamera realme telah mengidentifikasi beberapa faktor umum yang dapat mempengaruhi tingkat noise dan kejernihan foto anda ketika mengambil foto low-light.

Mereka adalah sensor kamera kecil, kondisi pencahayaan, dan guncangan.

"Untuk memungkinkan anda mengambil foto yang baik dalam segala situasi, terlebih pada kondisi minim cahaya," sebut Krisva.

"Tidak itu saja, dengan ProLight Imaging Technology itu, realme dapat mengatasi tantangan tersebut dengan memasangkan sensor gambar yang besar dengan algoritma cerdas pengurangan noise digital dan sistem stabilisasi ganda," tulisnya lagi.

Sensor Kamera Flagship Sony IMX766

Krisva menambahkan, kamera flagship di realme 9 Pro+ menggunakan sensor gambar Sony IMX766.

Ini adalah sensor kamera yang populer digunakan pada smartphone flagship yang biasanya berharga lebih dari Rp8 juta, namun realme membawanya di segmen harga menengah yakni Rp4 jutaan.

Realme mencatat terdapat 15 smartphone flagship lainnya yang menggunakan sensor ini pada sistem kamera mereka.

"Sensor gambar Sony IMX766 sebesar 1/1,56 inci ini menjadikannya salah satu yang terbesar di kelasnya," klaim Krisva.

Dia melanjutkan, keunggulan sensor besar ini dalam mengambil foto minim cahaya adalah dapat menangkap cahaya lebih banyak walaupun kondisi sekitar gelap.

Dibandingkan dengan iPhone 13, sensor kelas flagship ini mampu menangkap asupan cahaya 45 persen lebih banyak.

Sistem Ganda Penstabilan Gambar Kelas Flagship, OIS+EIS

Krisva memaparkan, sensor gambar umumnya membutuhkan lebih banyak waktu untuk menangkap cahaya dalam fotografi low-light untuk mempertajam detail.

Kestabilan tangan pengguna biasanya tidak terlalu baik ketika sensor membutuhkan waktu untuk menangkap cahaya, sehingga mudah menghasilkan gambar yang buram.

Sebagai bagian dari ProLight Imaging Technology, kamera utama realme 9 Pro+ dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS) untuk membantu menstabilkan kamera ketika mengambil foto dan Electronic Image Stabilization (EIS) ketika merekam video.

"Dengan OIS, lensa kamera utama dapat mengimbangi gerakan yang tidak diinginkan, memberi anda kejelasan dan ketajaman yang lebih baik pada gambar," tukas dia.

AI Noise Reduction Engine 3.0

Pada smartphone, terdapat batasan untuk mengakomodir sensor berukuran besar.Jadi, realme memanfaatkan fotografi komputasi untuk lebih meningkatkan kemampuan sensor guna mereduksi tingkat noise pada gambar.

"ProLight Imaging Technology realme terintegrasi dengan AI Noise Reduction Engine 3.0 yang dapat mengurangi noise lebih cepat dan lebih akurat," pungka Krisva. (*)

Komentar