Kembara PKS Sumbar Bersihkan Puing Rumah Korban Gempa

Metro- 13-03-2022 10:27
Relawan Kembara PKS Sumbar lakukan perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa 6,1 SR yang melanda Pasbar dan Pasaman. (Dok : Istimewa)
Relawan Kembara PKS Sumbar lakukan perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa 6,1 SR yang melanda Pasbar dan Pasaman. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pasaman, Arunala - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus berjibakuberaksi demi kemanuasiaan di daerah epsientrum gempa di Nagari Kajai Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).

Walau pun masa tanggap darurat di daerah itu telah berakhir, ternyata makin menyalakan semangat relawan PKS di daerah bencana tersebut.

"Kami lanjutkan kerja pelayanan kepada masyarakat korban gempa bumi 6,1 skala richter pada Jumat (25/2) lalu. Kami mengerahkan 300 kader utama dari 19 kota dan kabupaten se Sumbar untuk kerja kemanusiaan di Kajai," ujar Ketua Bidang Humas DPW PKS Sumbar, Mulyadi Muslim, kepada media, Minggu siang (13/3).

Baca Juga

Aksi pelayanan kepada masyarakat ini dinamai dengan aksi Kemah Bakti Nusantara (Kembara), dipusatkan di daerah terdampak bencana cukup berat.

"Peserta Kembara disebar dalam 10 titik kerja yang ditetapkan. Mereka membantu masyarakat mempercepat pemulihan, di antaranya pembersihan rumah-rumah warga yang rusak berat akibat diguncang gempa Jumat pagi 25 Februari itu," ujar Mulyadi Muslim.

Minggu ini (13/3) adalah hari ketiga aksi PKS, progresnya telah 200 rumah warga yang rusak berat dibersihkan dari puing-puing yang runtuh akibat gempa bumi Pasbar.

"Pembersihan tersebut dilakukan dengan cara membongkar puing-puing, merobohkan sisa bangunan yang rusak parah dan membahayakan bagi keselamatan. Dengan demikian, warga setempat dapat kembali mendirikan hunian sementara atau tetap," ujar Mulyadi Muslim.

Menurut Humas PKS Sumbar ini, bantuan dan dukungan untuk masyarakat korban gempa di Pasbar maupun Pasaman harus diberikan secara berkelanjutan.

"Dampak gempa dirasakan cukup berat oleh masyarakat, mereka kehilangan tempat tinggal atau setidaknya mengalami kerusakan. Gempa juga menyisakan kesedihan mendalam," tuturnya.

Karena itu, imbuh dia, walaupun tanggap darurat dinyatakan selesai oleh pemerintah, peran relawan secara berkelanjutan membantu pembersihan sisa puing sangat dibutuhkan.

Berikutnya, lanjut Mulyadi Muslim, tentu dibutuhkan bantuan biaya untuk pembangunan. Semua pihak harus bersinergi dan berkolaborasi.

"Kami tak bisa biarkan warga korban gempa terlalu larut lama dalam kesedihan pasca gempa 6.1 skala richter, kami siap.bersama warga bekerja membersihkan puing rumah korban bencana," ujar Mulyadi.

Aksi Kembara PKS Sumbar ini kata Mulyadi Muslim, sambil menunggu bantuan rehab rumah dari pemerintah pusat ataupun daerah.

"Alhamdulillah, masyarakat Kajai secara mandiri mulai meruntuhkan rumah yang tidak layak lagi untuk di tempati. Merubuhkan rumah yang rusak berat atau sedang ternyata juga tidak mudah, perlu teknik tersendiri, sehingga sebagian material tetap bisa digunakan untuk pembangunan rumah berikutnya,"ujarnya lagi.

Sebelumnya, PKS juga sudah membersihkan puing runtuhan masjid Raya Kajai. Sebuah masjid tertua dan menjadi kebanggaan masyarakat di Nagari Kajai. Masjid tersebut roboh akibat diguncang gempa yang terjadi 25 Februari 2022.

Saat bersihkan puing masjid raya itu, PKS mengerahkan satu unit alat berat. Kini masjid kebanggaan religus umat Islam Kajai siap dibangun kembali.

Dia juga menambahkan, karena akan masuk Ramadan, maka masjid /musala, MCK dan rumah sangat mendesak dibutuhkan bagi warga Kajai atau pun Malampah.

Di sisi lain, Wati, seorang warga yang rumahnya dibongkar dan dibersihkan menyampaikan rasa harunya terhadap bantuan yang diberikan PKS.

"Terima kasih tak terhingga, PKS selalu hadir di masa sulit dan di saat kami sangat membutuhkan. Bantuan ini sangat berharga, dan kami bisa membangun hunian kembali secara bertahap," ujar Wati lirih.(*)

Komentar