Transformasi Digital Bank Nagari, Perkuat Peran Bangun Daerah

Ekonomi- 24-03-2022 21:26
Kantor Pusat Bank Nagari di Jalan Pemuda No 21 Kota Padang. (Dok : Istimewa)
Kantor Pusat Bank Nagari di Jalan Pemuda No 21 Kota Padang. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Transformasi digital di sektor perbankan adalah suatu keniscayaan.

Selama beberapa tahun belakangan ini, tuntutan akselerasi digital semakin mengemuka.

Apalagi didorong perubahan ekspektasi publik akan layanan keuangan yang cepat, efisien, dan aman serta dapat dilakukan dari mana saja.

Baca Juga

Kondisi demikian mengharuskan perbankan untuk menempatkan transformasi digital sebagai prioritas.

Bahkan salah satu strategi dalam upaya peningkatan daya saing bank. Bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD), transformasi digital itu pun mutlak dilakukan demi mewujudkan pengelolaan bank yang semakin kompetitif.

Program transformasi BPD saat ini merujuk pada tiga sasaran utama. Yaitu meningkatkan daya saing BPD, menguatkan ketahanan kelembagaan, dan meningkatkan kontribusi BPD terhadap perekonomian pedesaan atau nagari.

Bank Nagari, salah satu BPD di Sumbar, terus meningkatkan infrastruktur digital dan beradaptasi dengan tantangan perbankan di era digital.

Bahkan mengembangkan infrastruktur teknologi untuk mendigitalisasi operasional, produk, dan distribusi.

Digitalisasi menjadi kebutuhan demi memacu pertumbuhan hingga ke nagari, dan juga digitalisasi sangat penting untuk menghadapi jasa pelayanan digital yang semakin meningkat kualitasnya dari pelaku finansial lain.

Sekaligus untuk mempertahankan posisi Bank Nagari di pasar finansial perbankan di Sumbar.

Sejak tahun 2017, Bank Nagari telah melakukan pemantapan sistem perbankan.

Sistem dan infrastruktur telah di-upgrade untuk dapat menghadapi tuntutan perbankan dan digitalisasi yang semakin intensif.

Bank Nagari membangun teknologi digital sendiri. Pengembangan sistem teknologi informasi ini untuk mendorong digitalisasi bank.

Langkah ini merupakan strategi untuk bisa bersaing dengan perbankan digital saat ini.

"Di usia ke-60 tahun, Bank Nagari terus berupaya mewujudkan digital transformation (transformasi digital) melalui pengembangan layanan digital dengan mengusung tagline "Nagari GAUL (Gampang Aman Untung Lancar)". Dengan didukung layanan digital untuk semua segmen layanan serta implementasi tranformasi digital kami terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan sekaligus mendorong kinerja bisnis bank.," kata Direktur Utama Bank Nagari, Muhamad Irsyad kepada Arunala.com saat peringatan HUT ke-60 tahun Bank Nagari beberapa waktu lalu.

Ini sesuai dengan arah kebijakan proses bisnis yang telah disusun untuk tahun 2022. Selain pengembangan teknologi informasi melalui digital transformation juga dilakukan peningkatan kapabilitas human capital.

Progres transformasi layanan digital yang dilakukan sejak tahun 2017 hingga sekarang berorientasi pada era milenial.

Di antaranya, pengembangan Mobile Banking versi terbaru, Nagari Cash Management, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Laku Pandai (Lapau Nagari), penambahan delivery channel. Teranyar, Nagari Digital Infaq (NDM), aplikasi donasi secara digital untuk masjid atau mushala, pesantren, rumah tahfizh, dan rumah yatim piatu.

Digitalisasi ini dilakukan oleh Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari. Salah satu bukti keberhasilan digitalisasi Bank Nagari, tercermin dari meningkatnya jumlah pengguna (user) produk dan layanan digital. Jumlah pengguna (user) meningkat 41,40 persen.

Sedangkan transaksi mengalami kenaikan 34,32 persen dari periode sebelumnya.

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, transaksi melalui Nagari Mobile Banking melesat dengan transaksi per Desember 2021 sebesar Rp892 miliar dengan fee base mencapai Rp36,3 miliar.

Sedangkan, rata-rata frekuensi transaksi Nagari Mobile Banking sebesar 548.710 transaksi per bulan dengan transaksi tertinggi terjadi pada Desember 2021 sebesar 801.770 transaksi.

Kemudian, produk digital Bank Nagari yang juga berkembang yakni Nagari Cash Management (NCM). Di mana jumlah penggunaan 104.898 di 2021, sedangkan di 2020 jumlah pengguna hanya 71.470 atau tumbuh 46,77 persen.

Rata-rata frekuensi transaksi NCM sampai Desember 2021 sebesar 385.105 transaksi per bulan dengan frekuensi transaksi tertinggi pada terjadi di Desember 2021 sebesar 8.934.490 transaksi.

Kemudian, rata-rata transaksi NCM di 2021 sebesar Rp665 miliar dengan transaksi tertinggi terjadi di November 2021 sebesar Rp1,09 triliun.

Bagaimana dengan QRIS Bank Nagari sendiri? QRIS Bank Nagari dari segi merchant tumbuh sebesar 155,5 persen dengan total 17.212 merchant di Desember 2021 dan di 2020 hanya ada 6.736 merchant.

Dari segi outlet, telah tumbuh sebesar 152,45 persen dengan total gerai 17.679 atau tumbuh sebanyak 10.676 dibanding 2020 sebesar 7.003 gerai.

Selain QRIS, beberapa produk digital lain juga alami kenaikan yang pesat yaitu pada Agen Laku Pandai. Dari 327 agen di 2020 naik menjadi 1.500 agen di 2021 atau tumbuh menjadi 358,72 persen. Dengan ditunjang oleh layanan digital di tengah pandemi Covid-19, kinerja Bank Nagari tumbuh solid.

Di mana performa bisnis Bank Nagari tetap tumbuh signifikan. Bahkan, Bank Nagari berhasil mencapai kinerja yang sangat baik sepanjang tahun 2021 di tengah sejumlah tantangan akibat belum berakhirnya pandemi Covid-19.

Ini dapat dilihat dari kinerja keuangan Bank Nagari selama tahun 2021. Rinciannya, aset mencapai Rp28,25 triliun, kredit mencapai Rp20.99 triliun, Dana Pihak Ketiga mencapai Rp23 triliun dan laba mencapai Rp416,29 miliar.

Dengan angka tersebut, ratio keuangan bank sendiri juga membaik dengan indikator. Yakni, capital adequacy ratio (CAR) 21,6 persen, return on asset (ROA) 1,98 persen, loan to deposit ratio (LDR) 91,25 persen dan non performing loan (NPL) 2,48 persen.

Sementara, market share Bank Nagari di Sumatera Barat saat ini dari sisi aset sebesar 34.81 persen, dari sisi kredit/pembiayaan sebesar 35,80 persen dan dari sisi DPK mencapai 43,49 persen.

Capaian kinerja tersebut yang ditoreh Bank Nagari tersebut, merupakan capaian terbaik dalam sejarah Bank Nagari.

Sebagaimana yang disampaikan dalam Infobank bahwa Bank Nagari merupakan Bank Daerah Terbaik seluruh Indonesia dengan indeks 95,19 persen.

Skor ini merupakan yang tertinggi di antara seluruh BPD yang di rating oleh Infobank tersebut.

Peran Bank Nagari Agen Pembangunan

Bank Nagari memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah, sekaligus motor percepatan pembangunan daerah hingga ke pelosok nagari.

Ketika ekonomi suatu negara sedang mengalami kontraksi atau melambat, salah satu tindakan yang biasa diambil pemerintah negara itu adalah meminta bank untuk menggenjot penyaluran kredit, supaya roda ekonomi dapat bergerak.

Upaya menjawab tantangan kontribusi Bank Nagari terhadap pembangunan daerah, tercermin dari dukungan dalam menyediakan dan melaksanakan kerja sama layanan digital.

Pasalnya, masyarakat sudah mulai beralih memanfaatkan teknologi digital. Bank juga harus mengikuti perkembangan teknologi sesuai kebutuhan nasabah, masyarakat dan pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga dituntut untuk dapat melayani masyarakat dengan cepat, efektif dan efisien.

Proses tersebut bisa dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi sebagai platform untuk melayani masyarakat secara umum.

"Ini juga selaras dengan perwujudan Program Transformasi BPD yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, untuk menciptakan BPD sebagai bank yang berdaya saing tinggi, serta berkontribusi signifikan bagi perekonomian daerah," sebut Dirut Bank Nagari.

Dalam kaitan ini, Bank Nagari bekerja sama dengan pemda se-Sumbar telah melakukan digitalisasi atau elektronifikasi pengelolaan keuangan daerah. Baik sisi pengeluaran maupun sisi penerimaan daerah.

Di sisi pengeluaran, Bank Nagari telah mengimplementasikan aplikasi SP2D Online pada pemda se-Sumbar.

Sedangkan dari sisi penerimaan, Bank Nagari juga telah mengimplementasikan layanan Cash Management System (CMS), e-retribusi, host to host PBB, pajak daerah online dan samsat online di kabupaten/kota se-Sumbar.

Penyediaan sistem retribusi online atau e-retribusi untuk membantu memaksimalkan penerimaan retribusi daerah.

Sistem e-retribusi yang dirancang sudah mengakomodir transaksi non tunai berbasis QRIS.

Untuk pelayanan kesehatan, Bank Nagari menghadirkan Nagari Hospital Integrated System (N-HIS). Dan, telah melakukan kerja sama dengan beberapa rumah sakit. Di antaranya RS dr Achmad Darwis Suliki, RSUD Sijunjung, RSUD Pariaman. Kemudian, RSUD Solok, RSJ HB Sanin, dan RS Paru Provinsi Sumatera Barat.

Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur saat penandatanganan kerja sama dengan Bank Nagari mengapresiasi Bank Nagari yang telah memfasilitasi serta melahirkan inovasi berbasis teknologi dalam memberikan pelayanan.

"Ini salah satu langkah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menjadikan Padangpariaman lebih melek terhadap teknologi informasi. Berdasar Keputusan Presiden masing-masing daerah harus membentuk satuan tugas percepatan digitalisasi daerah dan Padangpariaman termasuk kabupaten atau kota yang melaksanakan hal tersebut," ujarnya.

Komentar