Seorang Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi Ditangkap

Metro- 08-04-2022 13:34
Pelaku
Pelaku "BH" sedang menunjukkan BBM yang dibawanya kepada petugas polisi dari Polres Solsel, Rabu (6/4) lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Kepolisian Resor (Polres) Solok Selatan menangkap pelaku penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) Subsidi di Jalan Raya Jorong Timbulun, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

"Pelaku inisial "BH" (31) ditangkap petugas pada Rabu (6/4) di Jalan Raya Jorong Timbulun Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu saat dihubungi Arunala.com , Jumat (8/4).

Menurut dia, penangkapan dan penindakan terhadap penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan atau liguered petreleum gas yang disubsidi pemerintah dan niaga BBM tanpa izin usaha niaga.

Baca Juga

"Proses penangkapan Polres Solok Selatan telah membuat laporan polisi nomor : LP/45/A/IV/2022/polres tanggal 06 april 2022, surat perintah penyidikan, surat penangkapan dan penahanan terhadap pelaku Sp.Sidik/24/IV/res.1.24/2022/reskrim, Sp.kap/19/IV/1.24/2022 tanggal 06 april 2022 dan Sp.han/10/IV/ Res.1.24/2022 /reskrim tanggal 07 april 2022," jelas dia.

Satake menyebutkan, penangkapan berawal ketika anggota Polres Solok Selatan sedang melakukan patroli di Jalan Raya Jorong Timbulun, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

Pelaku sedang mengangkut bahan bakar minyak jenis Solar dan Pertalite di Jalan Raya Jorong Timbulun, Nagari Lubuk Gadang itu dengan menggunakan mobil Suzuki Pikup warna hitam dengan nomor polisi BH 9663 KE.

"Saat digeledah, petugas menemukan bahan bakar minyak jenis Solar sebanyak 13 jerigen, Pertalite sebanyak 27 jerigen," jelas Satake lagi.

Selain menangkap pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil tipe minibus, 40 jerigen berisi bahan bakar minyak bersubsidi dan STNK.

Saat ini kasus tersebut dalam pengembangan dan penyelidikan Polres Solok Selatan.

"Pelaku telah melanggar pasal 40 angka 9 undang-undang no 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja yang mengubah pasal 55 undang- undang no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dan pasal 53 huruf d undang - undang no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi," pungkas Satake.

Dirinya mengimbau, masyarakat tidak melakukan penyalahgunaan atau melakukan penyelewengan BBM subsidi.

"Belilah BBM sesuai dengan ketentuan berlaku," anjur Satake.

Pihak kepolisian, sebutnya, tidak akan segan untuk melalukan tindakan tegas kepada pihak siapapun yang melakukan pelanggaran hukum dan penyalahgunaan terkait dengan BBM.

"Tindakan tegas dilakukan oleh jajaran kepolisian untuk memitigasi atau mencegah terjadinya kelangkaan BBM di masyarakat. Selain itu juga untuk memberikan rasa tenang terhadap masyarakat akan ketersediaan BBM," pungkas Satake.

Komentar