Kapolda Teddy Minahasa Ultimatum hingga 20 Mei 2022

Metro- 27-04-2022 23:42
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa seusai pencabutan bai'at ratusan mantan anggota NII di Dharmasraya, Rabu (27/4). (Dok : Istimewa)
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa seusai pencabutan bai'at ratusan mantan anggota NII di Dharmasraya, Rabu (27/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Dharmasraya, Arunala - Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa menyambut baik kembalinya ratusan mantan anggota NII di Dharmasraya, untuk kembali setia kepada NKRI, Pancasila dan Udang-Undang 1945, pasca pencabutan bai'at massal para anggota NII di kabupaten itu, di auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Rabu sore (27/4).

"Hari ini (Rabu sore, red) adalah event yang luar biasa dimana di bulan ramadhan lebih kurang 400 saudara-saudara yang terpapar aliran NII (Negara Islam Indonesia), aliran radikalisme yang bertentangan dengan ideologi bangsa telah menyatakan cabut bai'at massal," kata pria berpangkat dua bintang ini.

Sedangkan untuk selebihnya yang masih terpapar NII tersebut, Teddy Minahasa berharap dalam waktu yang sesingkat-singkatnya terutama di bulan suci Ramadan ini, untuk mencabut bai'at-nya juga.

Baca Juga

"Saya beri kesempatan paling lama pada 20 Mei 2022 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, seluruhnya yang terekspos sejumlah 1.125 harus cabut bai'at," ucap Teddy Minahasa.

Jenderal bintang dua tersebut menekankan, jika mereka yang masih terpapar NII tidak juga melakukan cabut bai'at, maka akan dilakukan tindakan tegas.

"Kalau masih ada yang tidak cabut bai'at, saya akan menerapkan penegakan hukum negara yang sekeras-kerasnya," tegas Kapolda Sumbar ini.

Ia menuturkan, Polda Sumbar bersama dengan Densus 88 Antiteror Polri, Danrem, dan unsur Pemda serta Forkopimda lainnya sudah sepakat untuk hal tersebut.

"NKRI harga mati, Pancasila harus dijunjung tinggi," pungkasnya.

Lanjut Kapolda, terkait ancaman dan bahaya dari radikalisme dalam bentuk apapun sangatlah jelas, karena membuat situasi menjadi distabilitas dan meresahkan masyarakat.

"Teror dalam bentuk apapun, dalam eskalasi apapun itu meresahkan masyarakat," jelasnya. Apalagi sebut Teddy, saat ini akan memasuki Lebaran. Dimana orang minang memiliki adat, budaya, tradisi mudik. Kemudian dua tahun lalu mudik dilarang oleh pemerintah, dan tahun ini diperbolehkan untuk mudik sehingga pasti pemudik jumlahnya akan melimpah.

"Karena itu jaminan keamanan, ketertiban harus betul-betul bisa kita wujudkan. Terutama oleh jajaran Polda maupun Korem," pungkas Teddy Minahasa.

Komentar