KPK Ciduk Iswandi Ilyas di Tempat Persembunyiannya

Metro-729 hit 17-06-2020 18:15
Iswandi Ilyas, satu dari lima tersangka dugaan korupsi Pengadaan Alat Kedokteran, kesehatan dan KB RSUD dr Rasidin Padang. (Dok :Istimewa)
Iswandi Ilyas, satu dari lima tersangka dugaan korupsi Pengadaan Alat Kedokteran, kesehatan dan KB RSUD dr Rasidin Padang. (Dok :Istimewa)

Penulis: Can | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang bersama Polres Bogor berhasil menangkap seorang buronan kasus dugaan korupsi di RSUD dr Rasidin Padang, Iswandi Ilyas di tempat persembunyiannya di sebuah rumah di Kampung Cipelang, Cijeruk Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/6) lalu.

Lalu esok harinya, Jumat (12/6) dilakukan penjemputan tersangka oleh pihak Polresta Padang di Polres Bogor.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Rico Fernanda menyebutkan tersangka merupakan satu dari lima orang tersangka lainnya pada kasus dugaan korupsi di RSUD dr Rasidin Padang pada tahun kemarin.

Baca Juga

"Status tersangka ditetapkan pada Iswandi Ilyas setelah keluarnya surat DPO Polresta Padang bernomor: DPO/127/X/2019, pada Selasa (8/10/2019) lalu," jelas Rico.

Sebelum ditetapkan sebagai DPO, sambung Rico, tersangka ini diketahui tidak mengindahkan dua kali surat panggilan Polresta Padang Nomor: S. Pgl/206/VIII/2019/Reskrim pada Rabu (6/8/2019) lalu sebagai terlapor.

Sejak diterbitkan surat DPO, Rico mengatakan Polresta Padang terus melakukan koordinasi dengan KPK RI untuk mencari lokasi keberadaan tersangka.

"Barulah pada Kamis (11/6) kemarin diketahui keberadaan dan persembunyian tersangka. Besoknya (Jumat, red) kami lakukan penjemputan tersangka untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut," ujarnya lagi.

Ditambahkannya, tersangka Iswandi Ilyas merupakan seorang pengusaha. Namun keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi ini, tersangka berperan sebagai penyedia alat kesehatan (Alkes) di RSUD dr Rasidin Padang.

"Kemudian terkait adanya dugaan tersangka lain, tidak tutup kemungkinan akan kami periksa. Akan tetapi, kami akan terus dalami terhadap kasus dugaan korupsi yang mengalami kerugian negara sebesar Rp5 miliar ini," tegasnya.

Sementara empat tersangka lainnya yakni yakni Artati Suryani juga ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat Nomor : BP/171/IX/2019/Reskrim tanggal 14 September 2019. Kemudian, Ferry Oktaviano dengan Nomor : BP/177/IX/2019/Reskrim tanggal 23 September 2019, selanjutnya Iskandar dengan Nomor BP : 173/IX/2019/Reskrim tanggal 18 September 2019 dan Saiful Palanjui.

Komentar