IKIP Provinsi Bali jadi Tujuan Studi Tiru KI Sumbar

Metro- 24-11-2022 17:20
Ketua KI Sumbar Nofal Wiska dan rombongan saat diskusi soal keterbukaan informasi publik di Dinas Kominfotik dan Statistik Provinsi Bali, Kamis siang (24/11). (Foto : Arzil)
Ketua KI Sumbar Nofal Wiska dan rombongan saat diskusi soal keterbukaan informasi publik di Dinas Kominfotik dan Statistik Provinsi Bali, Kamis siang (24/11). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Denpasar, Arunala.com - Setelah Bandung dan Yogyakarta, tahun ini Provinsi Bali jadi tujuan Komisi Informasi (KI) dan Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi (FJKIP) Sumbar melakukan studi tiru.

Dalam diskusi yang berkembang saat Dinas Kominfotik dan Statistik, serta KI Provinsi Bali, Ketua KI Sumbar, Nofal Wiska menyebutkan alasan dipilihnya Provinsi Bali untuk kegiatan studi tiru kali ini karena provinsi ini menduduki peringkat dua nasional tentang Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP).

"Melihat kenyataan inilah, kami dari KI Sumbar bersama FJKIP memilih Provinsi Bali. Sebab kami ingin mencari seperti formula Provinsi Bali ini mampu mendapatkan IKIP terbaik kedua setelah Jawa Barat secara nasional," kata Nofal Wiska saat diskusi dengan Kominfotik dan Statistik Bali serta KI setempat di ruang pertemuan Dinas Kominfotik tersebut, Kamis siang (24/11).

Baca Juga

Sumbar, kata Nofal, ingin meniru apa yang dilakukan Pemprov Bali sehingga IKIP-nya tetap baik hasilnya.

Dia menjelaskan, elemen penting dalam mendongkrak nilai IKIP Sumbar adalah jurnalis, sehingga itu studi ke Bali menjadi hal penting.

"Studi tiru ini merupakan program tahunan Komisi Informasi Sumbar dengan wartawan pro keterbukaan, 2022 ini menjadi tepat ke Bali karena 2021 IKIP Bali terbaik pertama, kini IKIP Bali berada di posisi kedua dari 34 provinsi se Indonesia, dengan nilai tetap baik, Sumbar IKIP 2022 berada di posisi 12," ujar Nofal Wiska.

Terkait keberadaan FJKIP Sumbar, Nofal menjelaskan, bahwa forum yang diisi oleh para jurnalis ini merupakan wadah berhimpun wartawan di Sumbar yang pro keterbukaan informasi publik.

Sementara ketua FJKIP Sumbar, Gusriyono menyampaikan, forum yang diketuainya itu memang menjadikan KI Sumbar sebagai mitranya.

"Jadi apapun kegiatan yang dilakukan KI Sumbar, baik menyangkut KIP di badan publik, proses sidang sengketa keterbukaan informasi, hingga pada kegiatan sosialisasi, edukasi dan pendampingan soal KIP, akan kami viralkan beritanya melalui rekan-rekan jurnalis ini," kata Gusriyono.

Komentar