Objek Wisata Kota Padang Panjang Sepi Pengunjung

Wisata-597 hit 24-07-2020 21:55
Salah satu icon wisata di Kota Padang Panjang yakni Mifan sempat alami penurunan tingkat pengunjung akibat terimbas pandemi Covid-19. (Dok : Istimewa)
Salah satu icon wisata di Kota Padang Panjang yakni Mifan sempat alami penurunan tingkat pengunjung akibat terimbas pandemi Covid-19. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang Panjang, Arunala - Dampak dari pandemi Covid-19, sejumlah objek wisata yang ada di Kota Padang Panjang sepi pengunjung.

Kondisi itu terlihat dari turun drastisnya tingkat kunjungan warga ke tempat wisata di kota berjuluk 'Serambi Mekkah' ini.

Penjelasan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Panjang, Maiharman, saat ini terjadi penurunan hingga 50 persen tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kota Padang Panjang.

Baca Juga

"Pada hal pariwisata merupakan sektor penting bagi kota ini, sekaligus menjadi salah satu penyumbang pendapatan bagi Pemko Padang Panjang," kata Maiharman, di Padang Panjang, Jumat (24/7).

Dirinya menyebutkan, di Kota Padang Panjang ada beberapa objek wisata diantaranya Minang Fantasi (Mifan), Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) serta objek wisata Lubuk Mata Kucing.

"Namun sejak ada pandemi Covid-19, jumlah kunjungan turun cukup tajam," aku Maiharman.

Diri mencontohkan, pada objek wisata Minang Fantasi (Mifan) misalnya, jumlah kunjungan wisatawan ke tempat itu sebelum pandemi mencapai 1.000 orang.

"Begitu ada pandemi, kedatangan wisatawan ke sana rata-rata di bawah 500 orang. Kondisi ini berlangsung hingga sekarang," tukas Maiharman.

Tidak cuma Mifan, lanjut dia, tingkat kunjungan ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) juga ikut turun.

"Biasanya dalam sehari ada sekitar 200 orang pengunjung yang datang melihat PDIKM, tapi saat pandemi seperti sekarang, tingkat kunjungan cuma mencari 20 orang dalam sehari," ulas dia lagi.

Untuk diketahui, sebut Maiharman, Pemkot Padang Panjang dan pihak terkait telah menetapkan tempat-tempat wisata seperti yang disebutkan tadi sudah layak untuk dikunjungi wisatawan.

"Penetapan layak yang dikeluarkan itu berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan Pemko Padang Padang beberapa waktu lalu. Ini juga sejalan dengan diberlakukannya penerapan New Normal," terang Kadis Pariwisata itu.

Setelah dibukanya kembali 'kran' kunjungan ke tempat wisata yang sudah dinyatakan layak itu, pemko juga menerapkan protokol kesehatan di tempat itu.

Seperti, terang dia, adanya pemeriksaan suhu tubuh, pakai masker dan jaga jarak menjadi hal wajib yang diberlakukan di tempat-tempat wisata tersebut. Selain itu, pengelola juga harus melengkapi tempatnya dengan fasilitas alat cuci tangan.

Di sisi lain, dengan kembali beroperasinya tempat wisata di Kota Padang Panjang, Maiharman berharap sektor pariwisata bisa bangkit lagi di kota itu.

"Kendati demikian, saya minta warga yang ingin berwisata ke Kota Padang Panjang untuk selalu disiplin dengan protokol kesehatan, agar penularan Covid-19 bisa dicegah," kata Maiharman.

Komentar