Informasi Wisata Bisa Disajikan di BIM

Ekonomi-113 hit 10-08-2020 00:05
Suasana penumpang yang akan berangkat dari BIM menuju kota lain di luar Sumbar, Jumat (7/8). (Foto : Amz)
Suasana penumpang yang akan berangkat dari BIM menuju kota lain di luar Sumbar, Jumat (7/8). (Foto : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang Pariaman, Arunala - PT Angkasa Pura (AP) II Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) juga membuka kran bagi pelaku wisata serta Dinas Pariwisata Sumbar dan kabupaten kota untuk berpromisi di Bandara.

Keinginan itu disampaikan Executive General Manager (EGM) AP II BIM, Yos Suwagiono dihadapan peserta rapat koordinasi (Rakor) dengan Dinas Pariwisata Sumbar dan kabupaten kota, Otban, Dishub Sumbar, serta pelaku pariwisata Sumbar yang dilaksanakan di di ruang tunggu Kedatangan Internasional BIM, Jumat (7/8) lalu.

"Selain konsep Aerocity, kami juga buat konsep pariwisata di Bandara. Dimana pada Bandara ini segala informasi pariwiata di Sumbar bisa disajikan ada di bandara ini," ungkap Yos saat itu.

Baca Juga

Agar konsep-konsep ini berjalan, sebut Yos, makanya bandara perlu kerjasama dengan Dinas Pariwisata, ASITA, PHRI dan stakeholder terkait.

Sedikit diulas Yos, untuk tahun 2019 lalu pihaknya sempat membuat proyeksi jumlah penumpang yang keluar masuk via BIM sebanyak 4,7 juta.

"Proyeksi ini berangkat dari jumlah penumpang di BIM pada 2018 sebanyak 4,2 juta. Namun dengan adanya pandemi, target malah turun dari proyeksi, yakni menjadi tiga juta penumpang," terangnya.

Diakui Yos, keberlangsungan BIM tergantung trafick penerbangan, apabila trafick itu hilang, maka penumpang tidak ada lagi termasuk para Tenant yang ada di Bandara juga hilang.

Menyiasati penurunan jumlah penumpang keluar masuk melalui BIM, dibuat berbagai program, salah satunya dengan menggandeng pelaku wisata dan Dinas Pariwisata baik provinsi maupun kabupaten kota untuk mau berpromosi.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial mengaku ada tiga poin yang perlu dicermati dalam peningkatan pariwisata di Sumbar melalui Bandara sebagai pintu masuk Sumbar melalui jalur Udara.

"Pertama, dari pantauan pihak dinas pariwisata, banyak hal yang dikembangkan pengelola BIM untuk pariwisata. Kedua, titik pertama promosi wisata Sumbar ada di Bandara, dan ketiga space promosi ada di bandar," kata Novrial.

Diakuinya, sejak tahun lalu dia dan pihak Bandara sudah jalin kerjasama, sebab saat itu Bandara sempat dinilai "gersang".

"Jika bandara kondisinya tak bagus, orang tidak akan tertarik untuk berwisata ke Sumbar," ujar Novrial.

Untuk itu, sebut Novrial, dibuat konsep Bandara sebagai representatif pariwisata Sumbar bagi para tamu yang datang ke Sumbar.

"Bandara BIM perlu dikembangkan lebih lanjut, sebab selama orang berada di Bandara bisa disuguhi dengan berbagai informasi tentang pariwisata di Sumbar," kata Novrial.

Komentar