Satu Balon Bupati Solok Dinyatakan TMS

Metro-482 hit 14-09-2020 20:15
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Satu dari empat orang bakal calon (Balon) Bupati Solok, Iriadi dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok.

Putusan TMS bagi balon ini ditetapkan KPU Kabupaten Solok setelah menggelar rapat pleno penetapan hasil penelitian administrasi syarat calon dan hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Solok, Minggu (13/9).

"Memang ada satu dari empat balon bupati itu yang TMS. Itu berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang direkomendasikan tim medis kepada KPU terhadap balon bupati yang diusung koalisi partai Demokrat, Hanura dan PDIP itu," kata Ketua KPU Kabupaten Solok, Gadis saat dihubungi Arunala.com , Senin siang (14/9).

Baca Juga

Dari hasil rekomendasi yang diterima dari tim medis, sebut Gadis, tidak dijelaskan secara rinci persoalan-persoalan apa yang dialami balon bupati itu.

"Kami hanya menerima hasil kesimpulan tim medis itu pasca-pemeriksaan kesehatan balon ini, dan kesimpulannya ada gangguan kesehatan jasmaninya, dan bukan akibat narkorba atau rohani," terang Gadis.

Ditanya dengan TMS satu balon bupati itu akan menggugurkan pencalonan yang diusung koalisi partai Demokrat, Hanura dan PDIP itu?

Untuk hal ini Gadis menjawab sesuai ketentuan PKPU No.1 Tahun 2020 yang sebagai mana diubah menjadi PKPU No. 9 Tahun 2020, dimana parpol dapat mengganti calon yang dinyatakan TMS.

"Untuk partai pengusung yang mengganti calon, diberi waktu 14 - 16 September ini. Sekaligus harus memasukkan syarat calonnya untuk kemudian diverifikasi oleh KPU," tukas Gadis lagi.

Dia juga menyampaikan, pihaknya sudah memberitahukan perihal balon bupati yang TMS itu dengan harapan hal itu bisa ditindaklanjuti koalisi partai yang mengusungnya.

Pada Pilkada Kabupaten Solok 2020 ini, Balon Bupati Iriadi ini berpasangan dengan Agus Syahdeman sebagai balon wakil bupati.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi yang kebetulan hadir di KPU Sumbar, Senin sore (14/9), guna mengikuti rapat pleno KPU menyangkut hasil penelitian berkas administrasi bakon gubernur/wakil gubernur menyebutkan dirinya belum mendapat kabar dari DPC Demokrat Kabupaten Solok.

"Saat ini saya sedang menunggu laporan dari pengurus DPC Demokrat Kabupaten Solok itu. Jika ada calon yang syaratnya diperbaiki, ya perbaiki. Yang lain berkaitan dengan administrasi saka, tidak ada yang substansial," kata Mulyadi.

Komentar