Puluhan Anak PA BS Butuh Uluran Tangan di Masa Pandemi Covid-19

Metro- 14-05-2020 00:15
Panti Asuhan Bundo Saiyo, Padang. (Foto : Istimewa)
Panti Asuhan Bundo Saiyo, Padang. (Foto : Istimewa)

Padang, Arunala - Pasca pemilik Panti Asuhan Bundo Saiyo (PA BS) Padang positif terinfeksi Covid-19. Kini kondisi panti asuhan yang dihuni 40 orang anak panti menunggu uluran tangan para donatur, agar mereka tetap bertahan hidup.

Keadaan anak panti yang butuh perhatian masyarakat itu terungkap dari pesan Whatsapp pengasuh PA BS, Zulyusri dalam grup WA Sedekah Jumat Barokah yang mayoritas anggotanya adalah dosen, pegawai dan alumni Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (13/5).

Dalam pesan WA yang dikirim Zulyusri itu, disebutkan bila dirinya bersama suami langsung bertindak untuk membantu anak panti.

"Malam hari kemarin saya bersama suami Dt Zul mengantarkan bantuan darurat untuk keperluan berbuka bagi anak yatim dan piatu yang ada di panti," tulis Sekretaris Jurusan Biologi, FMIPA UNP itu.

Tidak sampai disitu, pada Rabu pagi (13/5) Zulyusri langsung menghimpun bantuan dari kaum muslimin untuk Panti Asuhan melalui group WA.

"Assalamualaikum Bapak/ibu donatur. Terkait musibah yang menimpa pemimpin Panti Asuhan Bundo Saiyo yang sedang dirawat karena Covid-19, maka secara otomatis berdampak pada kondisi anak panti, termasuk pengurus. Untuk itu sangat diharapkan uluran tangan kita semua agar kebutuhan panti tidak terganggu. Semoga bantuan kita semua diberkahi Allah. Aamiin," tulis Zulyusri di group WA Sedekah Jumat Barokah tersebut.

"Alhamdulillah hingga sore ini terpantau donasi yang terkumpul dari para donatur telah mencapai sekitar Rp8 jutaan. Sejumlah anggota group di WA itu meminta agar dana yang telah terkumpul dibelikan kepada barang-barang atau kebutuhan yang sangat diperlukan oleh warga Panti Bundo Saiyo saat ini," terang Zulyusri lagi.

Zulyusri merinci, panti asuhan yang ada di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang itu dihuni umumnya adalah anak-anak. Usia SD sebanyak 15 orang. Sedangkan 25 orang lainnya SMP dan SMA dan baru satu orang yang kuliah. Jenis kelamin 25 orang laki-laki, 15 orang perempuannext

Komentar