Harus Ada Perubahan Signifikan Pasca Pandemi: Leonardy Jelaskan Lima Fase Terkait New Normal

Metro- 27-05-2020 21:12
Anggota DPD RI asal Sumbar Leonardy Harmainy Dt Bandaro saat menjelaskan arti New Normal kepada wartawan di Padang, Rabu (27/5). (Dok : Istimewa)
Anggota DPD RI asal Sumbar Leonardy Harmainy Dt Bandaro saat menjelaskan arti New Normal kepada wartawan di Padang, Rabu (27/5). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala - Ketua Dewan Kehormatan DPD RI periode 2019-2024, Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, menekankan, harus ada perubahan signifikan yang mengakomodir keinginan masyarakat untuk keluar dari kungkungan pandemi Covid-19 guna memperbaiki perekonomian mereka.

"Sejalan dengan itu, keinginan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bisa juga dijalankan dengan segera," ujar Leonardy Harmainy yang juga Anggota DPD RI asal Sumbar itu kepada wartawan di Padang, Rabu (27/5).

Menurutnya, dalam rangka kelanjutan upaya pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 guna mengatasi wabah ini, tatanan kehidupan kita pasti berubah yang banyak orang disebut new normal.

Dijelaskan Leonardy, tatanan kehidupan baru (new normal) itu merupakan kondisi kebijakan untuk membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan protokol standar kesehatan setelah terjadi pandemi.

Artinya, masyarakat dibolehkan keluar untuk memperbaiki ekonomi keluarga mereka dengan tetap memperhatikan social distancing dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang telah dilakoni selama beberapa bulan ini.

"Melalui new normal ini pemerintah berupaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya," ungkapnya.

Dirinya mengingatkan, tidak bisa menyuruh warga terus menerus bersembunyi di rumah tanpa kepastian. Sangat tidak memungkinkan seluruh aktivitas ekonomi berhenti tanpa kepastian.

Kondisi ini jika dibiarkan berlarut dapat memicu terjadinya kebangkrutan total pada dunia usaha. "Akibat selanjutnya, bisa mengakibatkan terjadi PHK massal dan bukan tak mungkin bakal menimbulkan kekacauan sosial," sebut Leonardy.

Bahkan, lanjutnya, kebangkrutan dunia usaha mengakibatkan negara tanpa pemasukan. Jika negara tanpa pemasukan, maka itu adalah sinyal tanda bahaya terhadap keutuhan NKRInext

Komentar