Bukitinggi, Arunala - Pjs Bupati Agam Beni Warlis menerangkan sejak lima tahun ini sudah tidak ada lagi soal problematika sosial ke masyakatan.
Penjelasan itu disampaikan Beni Warlis dihadapan Tim Penilai Kompetensi Transparansi Dana Desa (TPKTDD) Sumbar 2020 yang dikoordinir Kabid PMD Sumbar Azwar, di Kantor Perwakilan Agam, Belakang Balok Bukittinggi, Senin (23/11).
"Sesama rang Agam adalah keluarga, sesama muslim bersaudara, harus ditanamkan kebaikan kebaikan makanya bisa menjadi," ujar Beni Warlis.
Bahkan semangat itu, kata Beni Warlis jauh sebelum adanya SDGs, ibarat semboyan Agam telah berbuat sebelum yang lain memikirkannya.
"Agam itu daerah dengan geografis yang komplek ada laut, danau, sungai, gunung dan lembah. Semuanya potensi buat Agam. Walau begitu dalam pengelolaannya Agam tetap mengedepankan nilai-nilai Adat Basansi Syarak Syarak Basandi Kitabullah," ujar Beni.
Tantangan Agam, menurutnya, adalah rawan bencana alam dan konsumsi hasil pertanian tinggi tapi rimbo tidak ada lagi nan bisa taruko (lahan pertanian sempit).
Terkait soal partisipasi politik, lanjut dia, ternyata Agam bisa dikatakan lebih maju dan terbuka, misalnya untuk pemilihan wali nagari dengn menggukakan e-voting termasuk pengelolaan keuangan dengan aplikasi khusus.
"Nagari di Agam punya kader teknis nagari seperti kader mengelola keuangan nagari sehingga sinkron dengan aturan dan aplikasi, dan kader teknis ini mengisi berbagai bidang yang mendapat pembinaan dari OPD terkait," ujar Beni lagi.
Anggota TPKTDD Sumbar 2020 Heranof pada pertemuan itu lebih menekankan kepada penajaman tentang pemanfaatan aplikasi elektronik yang banyak di Agam.
"Saya ingin tahu saja apakah tidak ada kendala dalam penerapan elektronik tenknologi informasi yang banyak dipakai di Agam,"ujar Heranof yang mendengar adany e-voting, e-budjeting, e-planning dan e-conselling di Agam.
Anggota TPKTDD Sumbar 2020 lainnya, Adrian Tuswandi justru menilik soal pemahaman pimpinan daerah tentang transparansi dana desa di 83 nagari di Agam.next


Komentar