Unand Segera Punya Laboratorium Sentral: Gunakan Produk Dalam Negeri, Jaga Kualitas Pekerjaan

Metro- 02-06-2022 18:13
Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek Kemendikbud RI M Sofwan Effendi, Rektor Unand Prof Yuliandri SH MH, Dirut PT Anugerah Nindya Beton KSO Okven Rinaldo memencet tombol pertanda dimulainya pembangunan Laboratorium Sentral, Kamis (2/6). (Foto : Fajril)
Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek Kemendikbud RI M Sofwan Effendi, Rektor Unand Prof Yuliandri SH MH, Dirut PT Anugerah Nindya Beton KSO Okven Rinaldo memencet tombol pertanda dimulainya pembangunan Laboratorium Sentral, Kamis (2/6). (Foto : Fajril)

Padang, Arunala - Pembangunan gedung Laboratorium Sentral Universitas Andalas (Unand) resmi dimulai, Kamis (2/6).

Ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol oleh Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek RI, Mohammad Sofwan Effendi, Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH, dan Direktur Utama PT Anugerah Nindya Beton KSO, Okven Rinaldo.

Pembangunan gedung itu dibangun oleh PT Anugerah Nindya Beton KSO melalui dana SBSN (pinjaman dalam negeri, red) sekitar Rp55,9 miliar. Ditargetkan, pengerjaan pembangunan gedung yang berlokasi di dekat Laboratorium Biota Sumatera tersebut rampung pada akhir bulan November 2022.

Sementara, untuk sarana prasarana laboratorium ditargetkan pada tahun 2023 dengan alokasi dana sekitar Rp140 miliar.

"Laboratorium sentral yang akan dibangun ini untuk menambah pusat-pusat riset Universitas Andalas. Apalagi, kampus ini konsen dengan riset di bidang pangan dan kesehatan. Satu dari dua tema di antara tema-tema nasional," kata Mohammad Sofwan Effendi, kepada wartawan.

Saat ini, sebut Sofwan, Universitas Andalas sudah menyandang status Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH). Dengan status PTN-BH itu, pendanaan Unand tidak hanya berasal dari pemerintah.

Tetapi, bisa juga mencari pendanaan sendiri dengan skema kerja sama. Misal, pihak industri, pemerintah daerah maupun pihak manapun yang bisa menghasilkan revenue.

"Sehingga dengan itu, pusat-pusat riset ini menjadi salah satu untuk menghasilkan produk yang bisa dihilirisasi dan diakui secara internasional. Dan, bisa menunjang apa yang sudah direncanakan sebagai pusat-pusat unggulan," harapnya.

Dengan status PTN-BH, sebutnya, riset ini tidak berhenti pada publikasi. Tapi langsung menjadi produk yang dibutuhkan masyarakat.

"Sehingga dengan ada pusat riset yang memadai dan mumpuni, mendorong para periset aktif berinovasi untuk menghasilkan karya-karya terbaik," tuturnya.

Dalam pembangunan gedung maupun sarana prasarana laboratorium ini, Sofwan mengingatkan kontraktor untuk mengutamakan produk-produk dalam negerinext

Komentar