Padang, Arunala - Sebanyak 30 orang instruktur dan pemula senam Aerobik se Sumatera Barat (Sumbar) ikuti Jambore Aerobik se Sumbar 2022 dan juga kompetisi Aerobik se Sumbar 2022 yang diadakan Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitnes (Asiafi) Sumbar.
Di acara yang dimulai Jumat (3/6) dan berakhir Minggu (5/6) di ruangan Singgalang 3, Lantai 4 Hotel UNP Padang itu, pihak penyelenggara mendatangkan instruktur ternama nasional yakni Lodi Lontoh.
Sebelum gelaran kompetisi antar instruktur senam Aerobik di mulai, para peserta lebih dulu ikuti kegiatan Jambore.
Dalam sesi Jambore pada Jumat siang itu, Lody Lontoh memberikan beberapa penjelasan menyangkut olahraga senam Aerobik.
Mulai mengenai sejarah masuknya senam Aerobik ke Indonesia, siapa yang membawanya, manfaatnya teknik hingga hal lainnya menyangkut perkembangan olahraga.
Sekilas Lody Lontoh menerangkan, sejarah masuk Aerobik ke Indonesia sekitar tahun 1980, dan dibawa oleh Erna Wahyu.
Kemudian dia juga menjelaskan olahraga Aerobik itu bisa dikatakan olahraga yang fun sekali, karena ada musiknya, dapat sehatnya dengan senam kebugaran itu, dapat juga gembiranya.
"Jadi bisa saya katakan olahraga Aerobik itu bisa juga obat psikologi," ujar Lody Lontoh.
Menyinggung soal kompetensi seorang instruktur, Lody Lontoh menjelaskan yang paling penting adalah disiplin baik soal waktu mengajar, disiplin soal materi pelajaran yang akan diajarkan dan juga beretika.
Sedangkan Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Sumbar, Rasydi Sumetry menyampaikan agar Asiafi Sumbar bisa hidupkan budaya olahraga bagi masyarakat Sumbar.
"Untuk diketahui, saat ini penduduk Sumbar sekitar 5,5 juta jiwa. Dari jumlah itu, populasi usia produktif dan generasi milenial lebih menonjol. Ini lah peluang bagi Asiafi Sumbar membudayakan olahraga," kata Rasydi.
Dia juga menyebutkan, senam Aerobik bisa hasilkan kebugaran (kardio), karena ini berhubungan dengan olahraga olah nafas, dan intensitasnya cukup tinggi namun teraturnext


Komentar