Arab Saudi Dilanda Cuaca Panas, Jamaah Diminta Banyak Minum Air

Metro- 05-06-2022 09:38
Pemberangkatan kloter 1 di Bandara Internasional Minangkabau, Sabtu (4/6). (Dok : Istimewa)
Pemberangkatan kloter 1 di Bandara Internasional Minangkabau, Sabtu (4/6). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala - Musim panas melanda Arab Saudi dengan suhu berkisar 40 sampai 44 derajat celcius. Atas kondisi cuaca tersebut, calon jamaah haji (CJH) diminta untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang melanda Arab Saudi.

"Arab Saudi cuacanya sekarang musim panas. Informasi yang saya dapat cuaca suhunya berkisar 40 derajat sampai dengan 44 derajat celcius dan kemungkinan akan lebih panas lagi," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Ahmad Abdullah, dalam siaran pers Kemenag Sumbar, Sabtu (4/6).

Ia berpesan agar jamaah haji dapat menjaga kesehatannya, jaga pola makan dan istirahat yang cukup.

"Saya berpesan tolong jaga kesehatan, jaga pola makan serta istirahat, jangan terlalu di forsir kegiatan-kegiatan yang memang tidak perlu dilakukan," pesannya.

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Ahmad Abdullah juga mengimbau tidak memaksakan jemaahnya untuk selalu melaksanakan umrahnya. Dan, meminta KBIHU dan jamaah untuk bisa mengendalikan diri karena kondisi cuaca tersebut.

"Mengimbau KBIHU untuk tidak memaksakan jemaahnya untuk selalu melaksanakan umrah dan dapat mengendalikan diri karena cuaca saat ini sangat ekstrem itu yang penting," tegasnya.

Kepada jamaah, dirinya juga berpesan jika nanti akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci harap membawa 10 sampai 15 butir kurma. Dan tak kalah pentingnya, banyak minum air untuk mengantisipasi dan mencegah dehidrasi.

"Banyak minum jangan tunggu haus dan sediakan 10 - 15 butir buah kurma," tandas Abdullah.

Saat pelepasan calon jamaah haji Kloter II, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar, Helmi meminta jamaa jaga iman dan Ilmu.

"Karena orang yang terjaga imannya akan banyak sabar. Jika biasanya sabar kita satu karung sekarang harus berkarung-karung," ungkapnya didampingi Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Joben.

Kakanwil menegaskan terutama ilmu dalam manasik haji. "Ilmu itu wujudnya dua, yakin dan Iikhlas. Selain mampu dalam menjalankan ibadah haji ini, tentu juga harus berilmu karena jika kita tak berilmu bagaimana kita akan meraih kemabruran," ungkap Kakanwilnext

Komentar