Padang, Arunala - Proses penggantian uang nasabah Bank Nagari (BN) masih dilakukan pihak bank bersangkutan akibat terjadinya aksi skimming terhadap ratusan orang nasabahnya beberapa waktu lalu.
Sementara, Komisi III DPRD Sumbar membidangi Keuangan, meminta pihak Bank Nagari untuk segera menuntaskan proses penggantian uang nasabah yang hilang akibat aksi skimming tersebut.
Ketua Komisi III, Ali Tanjung menjelaskan, dalam rapat kerja Komisi III dengan pihak Bank Nagari, yang digelar Kamis (9/6) siang di DPRD Sumbar, mengungkapkan data tertulis yang didapat Komisi dari pihak bank menunjukkan ada 37 nasabah lagi yang belum diselesaikan penggantiannya dengan nilai uang sebesar Rp400 juta.
"Tapi secara lisan yang disampaikan oleh kepala divisinya kepada kami ketika dalam rapat kerja bersama Komisi III tadi (Kamis siang, red), menyebutkan bahwa sebenarnya hanya dua orang nasabah lagi yang belum dilakukan penggantian dan angkanya tidak sampai Rp400 juta, namun pihak bank belum beri laporan resmi menyangkut dua nasabah itu kepada kami," ujar Ali Tanjung saat dihubungi arunala.com, di ruang kerjanya, Kamis siang (9/6).
Bagi Komisi III, sebut Ali Tanjung melanjutkan, jika memang masih ada dua nasabah lagi yang belum dilakukan penggantian, maka pihak bank menilai proses penggantian uang nasabah yang terkena skimming hampir mencapai 100 persen.
"Apa bila penggantian uang dua nasabah itu selesai dilakukan, maka baru bisa dikatakan tuntas pihak Bank Nagari menyelesaikan pembayaran uang pengganti para nasabah yang terkena skimming itu," tukas Ali Tanjung.
Dia menyebutkan, akibat aksi skimming itu, pihak Komisi III mendapat kabar jika total kerugiannya mencapai Rp2,5 miliar lebih dengan total nasabah yang kena skimming berjumlah 190 orang.
Kemudian, melihat upaya Bank Nagari mengatasi kerugian nasabahnya itu, Ali Tanjung menilai hal itu perlu diapresiasi, apa lagi pihak bank berkomitmen tidak ada sepersen pun dana nasabah yang kurangnext


Komentar